Konten dari Pengguna

Alat Musik Rebana, Tifa, dan Kendang dalam Kesenian Tradisional

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

Ā·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alat musik rebana tifa dan kendang. Foto: Unsplash.com/Michael Umoh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alat musik rebana tifa dan kendang. Foto: Unsplash.com/Michael Umoh

Kekayaan budaya Nusantara melahirkan berbagai instrumen tradisional yang unik, sehingga banyak orang penasaran mengenai rebana, tifa, dan kendang merupakan contoh alat musik apa?

Setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik suara tersendiri yang dihasilkan dari alat-alat tradisional tersebut.

Keberadaan instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring lagu, tetapi juga memegang peranan penting dalam berbagai upacara adat di masyarakat.

Rebana, Tifa, dan Kendang Contoh Alat Musik Ritmis

Ilustrasi alat musik rebana tifa dan kendang. Foto: Unsplash.com/SebastiƔn Brito

Secara mendasar, rebana tifa dan kendang merupakan contoh alat musik ritmis, yang berfungsi untuk mengatur tempo atau ritme dalam sebuah pertunjukan musik.

Dikutip dari buku INOVASI MUSIK UNTUK ANAK NEGERI INDONESIA DI SD, Asep Nurjaman (316:2013), alat musik ritmis tidak memiliki nada tetap seperti alat musik melodis, melainkan menghasilkan ketukan yang menjaga keselarasan bunyi instrumen lainnya.

Mari kita bahas karakteristik masing-masing instrumen tersebut dimulai dari kendang. Kendang merupakan wadah ekspresi seni yang sangat populer di pulau Jawa, terutama dalam ansambel gamelan Jawa maupun Sunda.

Instrumen ini berbentuk tabung silinder yang terbuat dari kayu pilihan seperti nangka atau mahoni, dengan bagian ujungnya ditutupi oleh lembaran kulit hewan sapi atau kambing.

Pemusik memainkan kendang dengan cara memukul bagian kulit tersebut menggunakan telapak tangan secara langsung tanpa menggunakan alat bantu pemukul khusus.

Ketukan dari kendang menjadi pemandu utama bagi seluruh pemain musik dalam satu kelompok kesenian agar tempo pertunjukan tetap terjaga dengan konsisten dari awal hingga akhir.

Selanjutnya adalah rebana yang memiliki keterikatan sejarah sangat kuat dengan penyebaran kesenian bernuansa Islami di berbagai wilayah Nusantara.

Rebana pada dasarnya adalah jenis kendang kecil yang memiliki karakteristik bentuk bundar, pipih, dan melebar pada bagian bingkainya.

Bingkai lingkaran dari instrumen ini dibuat dari kayu keras berkualitas tinggi yang dibubut rapi, sementara salah satu sisinya dilapisi kulit kambing tipis sebagai sumber bunyi utama.

Cara memainkannya adalah dengan memukul permukaan kulit menggunakan kombinasi jari atau telapak tangan untuk menghasilkan ketukan ritmis yang dinamis saat mengiringi lantunan selawat.

Sementara itu, tifa merupakan instrumen perkusi khas yang berasal dari wilayah timur Indonesia, khususnya daerah Papua dan Maluku. Secara visual, tifa memiliki bentuk eksotis yang menyerupai kendang namun dengan postur yang jauh lebih ramping serta memanjang.

Bahan pembuatan utamanya memanfaatkan batang pohon khusus yang dilubangi pada bagian tengahnya, lalu salah satu ujungnya ditutup rapat dengan kulit binatang seperti rusa atau kadal.

Alat perkusi tradisional ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan kosong guna menghasilkan suara yang sangat lantang dan tegas. Keberadaan tifa bernilai sakral karena kerap digunakan dalam mengiringi tarian perang.

Rebana tifa dan kendang merupakan contoh alat musik ritmis. Pemanfaatan alat musik ritmis tradisional ini membuktikan kreativitas tinggi nenek moyang dalam menciptakan keharmonisan lewat kesederhanaan bunyi.

Melalui kombinasi ketukan yang dihasilkan, ragam budaya Nusantara tetap terjaga keasliannya dari generasi ke generasi sehingga terus lestari. (Suc)

Baca Juga: Musik Ritmis adalah Apa? Simak Pengertian dan Contohnya di Sini