Konten dari Pengguna

Apa itu Kalimat Pengandaian? Ini Penjelasan dan Contoh Lengkapnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa itu kalimat pengandaian? . Foto: Usnplash/lilartsy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa itu kalimat pengandaian? . Foto: Usnplash/lilartsy

Apa itu kalimat pengandaian? Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering membayangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan atau menghadapi suatu keadaan.

Pola seperti ini ternyata juga dapat ditemukan dalam penggunaan bahasa, terutama ketika ingin menyampaikan hubungan antara suatu keadaan dan kemungkinan yang menyertainya.

Kalimat pengandaian pun memiliki bentuk penggunaan yang beragam, tergantung pada situasi yang ingin disampaikan.

Apa itu Kalimat Pengandaian Terkait Kondisi?

Ilustrasi Apa itu kalimat pengandaian? . Foto: Usnplash/Quilia

Apa itu kalimat pengandaian? Kalimat pengandaian adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan suatu kondisi beserta hasil atau akibat yang dapat terjadi apabila kondisi tersebut terpenuhi.

Mengutip laman www.grammarly.com, conditional sentences memiliki dua bagian, yaitu kondisi yang umumnya diperkenalkan dengan kata if atau unless, serta hasil yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Dalam bahasa Indonesia, pola ini dapat dipahami melalui penggunaan kata “jika”, “apabila”, atau “kalau”.

Dalam Bahasa Inggris, kalimat pengandaian umumnya dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Zero Conditional

Digunakan untuk menyatakan fakta atau sesuatu yang secara umum benar.

Pola:

If + simple present, simple present

Contoh:

If you heat ice, it melts.

Artinya: “Jika es dipanaskan, es akan mencair.”

2. First Conditional

Digunakan untuk membicarakan kemungkinan yang dapat terjadi pada masa mendatang.

Pola:

If + simple present, will + verb

Contoh:

If it rains, I will stay home.

Artinya: “Jika hujan turun, saya akan tetap di rumah.”

3. Second Conditional

Digunakan untuk membicarakan situasi yang tidak nyata, sulit terjadi, atau hanya berupa pengandaian pada masa sekarang maupun mendatang.

Pola:

If + simple past, would + verb

Contoh:

If I won the lottery, I would travel.

Artinya: “Jika saya memenangkan lotre, saya akan bepergian.”

4. Third Conditional

Digunakan untuk membicarakan pengandaian terhadap sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu dan tidak dapat diubah.

Pola:

If + past perfect, would have + past participle

Contoh:

If I had studied, I would have passed.

Artinya: “Jika saya sudah belajar, saya pasti sudah lulus.”

Dengan memahami perbedaan tersebut, penggunaan kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris dapat disesuaikan dengan kondisi yang ingin disampaikan.

Polanya juga membantu menentukan bentuk kata kerja yang tepat sehingga hubungan antara kondisi dan hasil dalam sebuah kalimat menjadi lebih jelas.(Arif)

Baca juga: Plebisit adalah Apa? Simak Penjelasan Lengkap dan Contohnya