Konten dari Pengguna

Apa Itu Syu'abul Iman? Ini Definisi dan Contoh Praktiknya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa Itu Syu'abul Iman? Unsplash.com/David Rodrigo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa Itu Syu'abul Iman? Unsplash.com/David Rodrigo

Apa itu syu'abul iman? Istilah ini ditemukan dalam ajaran salah satu ajaran Islam yang berarti cabang-cabang iman. Istilah syu'abul iman berasal dari bahasa Arab, yaitu syu'ab artinya cabang-cabang dan al-iman yang artinya iman.

Syu'abul iman artinya iman seorang Muslim memiliki banyak aspek yang saling berkaitan. Iman artinya keyakinan yang tersimpan di dalam hati dan tercermin melalui ucapan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Syu'abul Iman dalam Ajaran Islam?

Ilustrasi Apa Itu Syu'abul Iman? Unsplash.com/Leon Macapagal

Apa itu syu'abul iman? Untuk memahami istilah ini, perlu dipahami hadis Nabi yang dikutip dari baznas.go.id, Rasulullah saw bersabda dalam hadis riwayat Imam Muslim yang bunyinya:

“Iman itu memiliki lebih dari enam puluh atau tujuh puluh cabang, yang paling tinggi adalah ucapan laa ilaaha illallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang iman.”

Konsep ini dilatarbelakangi hadis Nabi Muhammad saw yang menjelaskan bahwa iman ada banyak cabang. Para ulama kemudian menguraikan cabang-cabang ini secara terperinci.

Imam al-Baihaqi menghimpun pembahasan mengenai cabang-cabang iman dalam kitab Syu'ab al-Iman. Dalam uraiannya, cabang iman dirinci menjadi 77 bentuk yang mencakup hubungan manusia dengan Allah, hubungan dengan dirinya sendiri, dan hubungan dengan orang lain.

Gambaran ini menunjukkan bahwa Islam memandang iman sebagai sesuatu yang menyeluruh. Seorang Muslim dinilai dari ibadah ritualnya dan dari bagaimana keyakinan tersebut membentuk karakter serta perilakunya.

Seseorang yang beriman kepada Allah diharapkan memiliki rasa takut kepada-Nya sehingga berusaha menjauhi larangan dan memiliki harapan terhadap rahmat-Nya agar terdorong untuk menjalankan perintah Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, syu'abul Iman tampak melalui tiga dimensi utama, yaitu hati, lisan, dan perbuatan.

Dimensi hati berkaitan dengan keyakinan dan sikap batin. Contohnya dengan beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, hari akhir, serta qadha dan qadar.

Begitu pula rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah mencakup keikhlasan, kesabaran, rasa syukur, tawakal, dan rasa takut kepada Allah.

Dimensi lisan berkaitan dengan bagaimana seorang Muslim menggunakan perkataannya. Seorang Muslim yang mengamalkan cabang iman ini menjaga lisannya dari kebohongan, ghibah, fitnah, cela, dan perkataan yang menyakiti orang lain.

Sebaliknya, seorang Muslim membiasakan diri mengucapkan perkataan yang baik seperti berdzikir, membaca Al-Qur'an, mengucapkan salam, menjawab salam, dan mengajak orang lain kepada kebaikan.

Sementara itu, dimensi perbuatan merupakan bentuk iman yang paling mudah terlihat dalam kehidupan sosial.

Hal ini diamalkan dengan shalat lima waktu, puasa Ramadan, zakat, berbakti kepada orang tua, membantu orang yang membutuhkan, menjaga hak keluarga, menghormati orang lain dan masih banyak contohnya.

Apa itu syu'abul iman dapat dipahami sebagai gambaran luas tentang bagaimana keimanan seorang Muslim seharusnya hadir dalam seluruh aspek kehidupan. Konsep iman harus diyakini dalam hati, dijaga melalui lisan, dan dibuktikan dengan perbuatan. (Aya)

Baca juga: Apa Itu Butterfly Effect? Ini Penjelasan dan Contoh Sederhananya