Konten dari Pengguna

Apa yang Terjadi Jika Meteor Jatuh ke Bumi? Ini Penjelasan dalam Ilmu Astronomi

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang Terjadi Jika Meteor Jatuh Ke Bumi. Unsplash.com/Justin Wolff
zoom-in-whitePerbesar
Apa yang Terjadi Jika Meteor Jatuh Ke Bumi. Unsplash.com/Justin Wolff

Meteoroid adalah batuan unik luar angkasa yang ukurannya berkisar dari butiran debu hingga asteroid kecil. Saat membahas benda-benda angkasa ini, sering muncul pertanyaan dalam benak, apa yang terjadi jika meteor jatuh ke bumi?

Istilah meteoroid hanya berlaku saat batuan tersebut masih berada di luar angkasa. Ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi atau atmosfer planet lain dengan kecepatan tinggi dan terbakar habis, barulah batuan ini disebut dengan meteor.

Sebagian besar meteoroid terdiri dari pecahan benda-benda yang lebih besar dan telah pecah atau terlempar. Beberapa diantaranya berasal dari komet, asteroid, dan beberapa bahkan berasal dari Bulan atau planet lain.

Apa yang Terjadi Jika Meteor Jatuh ke Bumi?

Apa yang Terjadi Jika Meteor Jatuh Ke Bumi. Unsplash.com/Austin Schmid

Apa yang terjadi jika meteor jatuh ke bumi? Sebelum menjawabnya, ketahui bahwa beberapa meteoroid berupa batuan, sedangkan yang lain ada yang berupa logam, serta kombinasi antara batuan dan logam.

Peristiwa masuknya meteoroid ke atmosfer bumi ini juga dikenal sebagai "bintang jatuh." Terkadang, meteor bisa tampak lebih terang daripada Venus. Di saat itulah manusia melihatnya sebagai "bola api." Para ilmuwan memperkirakan sekitar 48,5 ton (44.000 kilogram) meteoroid jatuh ke Bumi setiap hari.

Menyadur penjelasan NASA pada halaman resminya science.nasa.gov, bumi purba mengalami banyak tumbukan meteor besar yang menyebabkan kerusakan yang tak kalah besar juga. Sebagian besar kawah yang ditinggalkan oleh tumbukan purba meteor di Bumi telah terhapus akibat erosi dan proses geologis lainnya.

Sedangkan kawah akibat tumbukan meteor di Bulan sebagian besar masih utuh dan masih terlihat. Saat ini, diketahui ada sekitar 190 kawah tumbukan di Bumi. Dampak jatuhnya meteor ke bumi yang sangat besar sekitar 65 juta tahun lalu.

Dampak tersebut diperkirakan telah menyebabkan kepunahan sekitar 75% spesies hewan laut dan darat di Bumi pada saat itu, termasuk dinosaurus. Dampak itu menciptakan Kawah Chicxulub yang lebarnya 180 mil (300 kilometer) di Semenanjung Yucatan.

Salah satu kawah tumbukan yang paling utuh saat ini adalah Kawah Meteorit Barringer atau Kawah Meteor di Arizona. Kawah ini berdiameter sekitar 0,6 mil (1 kilometer) dan terbentuk karena tumbukan sepotong logam besi-nikel berdiameter sekitar 164 kaki (50 meter).

Satu-satunya peristiwa masuknya meteoroid besar ke atmosfer Bumi dalam sejarah modern adalah peristiwa Tunguska pada tahun 1908. Meteor yang jatuh ke bumi ini menghantam daerah terpencil di Siberia, Rusia, akan tetapi tidak sampai ke tanah.

Meteor tersebut meledak di udara, yaitu beberapa mil di atas permukaan bumi. Kekuatan ledakannya sangat dahsyat hingga merobohkan pepohonan di wilayah seluas ratusan mil.

Para ilmuwan memperkirakan meteor tersebut berdiameter sekitar 120 kaki (37 meter) dan beratnya sekitar 220 juta pon (100 juta kilogram). Di daerah sekitarnya, ada ratusan rusa kutub yang mati, namun tidak ada bukti secara langsung bahwa ada korban tewas dalam ledakan tersebut.

Kemudian pada tahun 2013, dunia dikejutkan oleh bola api yang melesat di langit Chelyabinsk, Rusia. Meteoroid tersebut yang diperkirakan seukuran rumah memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 mil (18 kilometer) per detik dan meledak 14 mil (23 kilometer) di atas permukaan tanah.

Ledakan itu melepaskan energi yang setara dengan 440.000 ton TNT dan menghasilkan gelombang kuat yang menghancurkan jendela serta bangunan di area seluas lebih dari 200 mil persegi (518 kilometer persegi). Dalam peristiwa ledakan tersebut, ada lebih dari 1.600 orang terluka akibat pecahan kaca.

Apa yang terjadi jika meteor jatuh ke bumi? Jika meteoroid menembus atmosfer bumi, peristiwa yang terjadi pada tahun 1908 dan 2013 bisa saja terulang kembali. Namun kecil kemungkinan, karena berbagai benda luar angkasa yang jatuh ke Bumi sebagian besar telah habis terbakar di atmosfer. (Win)

Baca juga: Letak Wilayah Suatu Daerah Sesuai dengan Keadaaan yang Sebenarnya