Konten dari Pengguna

Apakah Burung Bisa Tidur Sambil Terbang? Simak Faktanya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi apakah burung bisa tidur sambil terbang. unsplash/calvinkan
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi apakah burung bisa tidur sambil terbang. unsplash/calvinkan

Apakah burung bisa tidur sambil terbang? Aktivitas terbang membutuhkan keseimbangan, arah, dan kemampuan untuk terus menyesuaikan posisi tubuh selama berada di udara.

Di sisi lain, sejumlah jenis burung diketahui mampu melakukan penerbangan panjang tanpa berhenti selama berhari-hari.

Kondisi tersebut membuat pola istirahat burung selama berada di udara menarik untuk ditelusuri lebih jauh, terutama pada spesies yang menghabiskan waktu cukup lama di atas lautan.

Apakah Burung Bisa Tidur Sambil Terbang di Angkasa?

ilustrasi apakah burung bisa tidur sambil terbang. unsplash/svenpiper

Apakah burung bisa tidur sambil terbang? Berdasarkan penjelasan yang diunggah rri.co.id, penelitian terhadap burung cikalang besar atau great frigatebird (Fregata minor) memberikan bukti langsung mengenai aktivitas tidur selama penerbangan.

Spesies ini dikenal mampu menghabiskan waktu lama di udara, termasuk saat melintasi lautan tanpa mendarat.

Kondisi tersebut membuat waktu istirahat di daratan menjadi terbatas, sehingga para peneliti mengamati aktivitas otak dan pergerakannya selama terbang untuk mengetahui pola istirahat yang berlangsung di udara.

Hasil pengamatan menunjukkan adanya aktivitas tidur ketika burung berada dalam penerbangan, terutama saat melayang dan memanfaatkan arus udara.

Salah satu mekanisme yang ditemukan adalah tidur unihemisferis, yaitu ketika satu belahan otak beristirahat sementara belahan lainnya tetap aktif.

Dalam kondisi ini, salah satu mata dapat tetap terbuka dan membantu burung mempertahankan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Pada burung cikalang yang sedang terbang, pola tidur seperti ini lebih sering ditemukan dibandingkan saat berada di daratan.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa tidur tidak selalu hanya melibatkan satu belahan otak. Burung cikalang ternyata dapat mengalami tidur dengan kedua belahan otak secara bersamaan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mempertahankan penerbangan tidak semata-mata bergantung pada satu sisi otak yang terus terjaga. Meski dapat tidur di udara, waktu istirahat burung cikalang sangat singkat.

Saat menjalani penerbangan yang dapat berlangsung hingga sekitar 10 hari, burung ini rata-rata hanya tidur sekitar 0,69 jam atau kurang dari satu jam setiap hari. Durasi tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan waktu tidur ketika sudah kembali ke daratan.

Kemampuan tidur sambil terbang tidak bisa langsung dianggap berlaku untuk semua jenis burung. Penelitian yang memberikan bukti langsung tersebut dilakukan pada burung cikalang besar.

Beberapa jenis burung lain memang diketahui mampu melakukan penerbangan tanpa henti dalam waktu lama, tetapi lamanya penerbangan saja belum cukup untuk membuktikan bahwa burung tersebut tidur selama berada di udara. Bukti mengenai tidur memerlukan pengukuran aktivitas otak.

Apakah burung bisa tidur sambil terbang? Ya, setidaknya pada burung cikalang besar, kemampuan tersebut telah dibuktikan melalui rekaman aktivitas otak.

Tidurnya berlangsung sangat singkat dan terutama terjadi ketika burung sedang melayang atau memanfaatkan arus udara. Temuan ini menunjukkan bahwa tidur tidak selalu mengharuskan burung berhenti terbang dan hinggap di daratan. (Rahma)

Baca juga: Apakah Burung Bisa Mengenali Manusia? Inilah Fakta Uniknya Secara Sains