Konten dari Pengguna

Apakah Daging Kebab Termasuk UPF? Simak Penjelasannya Berikut Ini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah daging kebab termasuk UPF,Pexels/Julia Filirovska.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah daging kebab termasuk UPF,Pexels/Julia Filirovska.

Kebab menjadi salah satu makanan yang cukup mudah ditemukan dan digemari karena praktis, dan mengenyangkan. Meskipun cukup digemari banyak orang yang bertanya apakah daging kebab termasuk UPF.

Pertanyaan ini penting karena tidak semua makanan yang melalui proses pengolahan otomatis tergolong UPF. Penentunya bisa dilihat dari sejauh mana makanan tersebut diproses dan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatannya.

Apakah Daging Kebab Termasuk UPF, Ultra-Processed Food?

Ilustrasi apakah daging kebab termasuk UPF, Pexels/Anima Visual

UPF atau ultra-processed food (makanan ultra-proses) adalah makanan yang telah mengalami pengolahan industri secara intensif. Apakah daging kebab termasuk UPF? Inilah penjelasan selengkapnya berdasarkan Instagram bgsadikin Kemenkes RI.

Jawabannya bisa dilihat dari proses pembuatan daging kebab. Daging kebab dapat termasuk UPF apabila dalam proses pembuatannya telah mengalami pengolahan industri dan menggunakan berbagai bahan tambahan tertentu.

Namun jika daging yang hanya berupa potongan daging utuh kemudian dibumbui dan dimasak tidak otomatis menjadi UPF. Dalam sistem klasifikasi NOVA, makanan ultra-proses umumnya merupakan produk yang telah mengalami formulasi industri.

Produk ini dapat mengandung bahan atau zat yang jarang digunakan dalam masakan rumahan. Contohnya adalah penguat rasa, pemanis, pewarna, pengemulsi, penstabil, pati termodifikasi, atau bahan lain yang digunakan menghasilkan tekstur, rasa, maupun daya simpan.

Hal tersebut juga dapat ditemukan pada sejumlah produk daging kebab yang diproduksi secara industri. Salah satu contoh produk memiliki komposisi berupa daging sapi, lemak sapi, pati termodifikasi, protein kedelai, tepung, serta penguat rasa dan penstabil.

Produk dengan karakteristik seperti ini dapat dikategorikan sebagai UPF. Penelitian mengenai produk daging juga menunjukkan bahwa tingkat pengolahan tidak hanya ditentukan oleh jenis dagingnya, tetapi juga bahan dan proses yang digunakan.

Jika ingin mengurangi konsumsi UPF, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memilih kebab dengan daging yang lebih sederhana komposisinya. Masyarakat juga bisa membuatnya sendiri menggunakan daging segar dan bumbu dapur.

Daging yang dibumbui dengan bahan dapur biasa, kemudian dimasak tentu berbeda dengan daging yang telah diproses dengan berbagai bahan tambahan industri. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui bahan apa saja yang masuk ke dalam makanan.

Apakah daging kebab termasuk UPF? Jawabannya adalah daging kebab tidak selalu otomatis termasuk UPF. Hal yang perlu diperhatikan adalah komposisi dan cara pembuatannya. (Fia)

Baca juga: Kenapa Soda Menghasilkan Gelembung? Ini Proses Sains yang Terjadi