Konten dari Pengguna

Apakah Roti Tawar Termasuk UPF? Kenali Ciri Ultra-processed Food di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Roti Tawar Termasuk UPF. Unsplash.com/Emma Miller
zoom-in-whitePerbesar
Apakah Roti Tawar Termasuk UPF. Unsplash.com/Emma Miller

Semakin berkembangnya diskursus tentang pola makan sehat, membuat banyak masyarakat semakin menghindari UPF (Ultra-processed Food). Akibatnya, kini makanan mulai dipilah-pilah dan dipertanyakan statusnya, termasuk apakah roti tawar termasuk UPF?

Berdasarkan halaman publichealth.jhu.edu, sistem klasifikasi makanan NOVA membagi makanan ke dalam empat kategori sesuai tingkat pengolahannya. Dari yang paling sedikit hingga yang paling banyak diprosesnya.

Makanan yang tidak diproses atau diproses paling sedikit seperti buah, sayuran, susu, dan ikan, Bahan masakan yang diproses seperti garam, gula, dan minyak. Makanan olahan seperti selai dan acar, Makanan ultra-proses seperti minuman botol, oatmeal, dan roti tawar kemasan.

Apakah Roti Tawar Termasuk UPF? Ini Jawabannya

Apakah Roti Tawar Termasuk UPF. Unsplash.com/Young Shih

Apakah roti tawar termasuk UPF? Ya, untuk roti tawar kemasan. Kecuali roti tawar dan jenis roti lainnya yang dibuat sendiri secara tradisional.

Makanan ultra-proses (ultra-processed foods/UPF) memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari bentuk makanan alami. Makanan UPF mengalami perubahan dari bentuk alaminya.

Makanan UPF juga mengandung berbagai bahan yang jarang tidak ditemukan di dapur rumahan. Misalnya bahan pengawet berbasis kimia, pengemulsi, minyak terhidrogenasi, pemanis buatan seperti sirup jagung tinggi fruktosa, pewarna, dan perisa buatan.

Ciri-ciri Makanan UPF (Ultra-processed Food) dan Contohnya

Ilustrasi Apakah Roti Tawar Termasuk UPF. Unsplash.com/Nico Smit

Contoh makanan UPF yang berseliweran dalam kehidupan sehari-hari adalah minuman bersoda, makanan ringan dalam kemasan seperti keripik, kue, biskuit, permen, makaroni dan keju instan dalam kemasan.

Contoh UPF lainnya adalah frozen food atau makanan beku, makanan siap santap, daging olahan untuk isian sandwich, dendeng, hot dog, dan masih banyak lainnya.

Agar lebih memahami dan membedakan mana yang UPF atau bukan, kenali ciri-ciri makanan UPF menurut Wolfson berikut ini yang dirangkum dari publichealth.jhu.edu.

1. Makanan yang Tampak Begitu Menggugah Selera atau Hyperpalatable

Proses dan bahan yang digunakan untuk membuat UPF menjadikan makanan tersebut sangat menggugah selera (hyperpalatable). Makanan UPF dirancang agar sangat menarik bagi selera makan manusia hingga sulit untuk berhenti memakannya.

2. Mengandung Kombinasi Gula, Lemak, dan Garam

Makanan UPF mengandung kombinasi bahan seperti gula, lemak, dan garam yang dapat merangsang sistem penghargaan di otak. Akibatnya, manusia akan lebih sulit mengontrol keinginan untuk terus memakannya.

3. Mengurangi Rasa Kenyang Hingga Dimakan Secara Berlebihan

UPF dapat mengurangi tingkat rasa kenyang manusia. Pengolahan industri mengubah struktur makanan hingga teksturnya menjadi lebih lembut, mudah dimakan dan dicerna.

Hal tersebut membuat makanan UPF dapat dikonsumsi lebih cepat. Akhirnya sinyal alami tubuh yang menunjukkan rasa kenyang malah terabaikan dan seseorang akhirnya makan UPF secara berlebihan.

4. Mengandung Banyak Bahan Tambahan

Dalam makanan UPF sering terdapat berbagai bahan tambahan dan memiliki kandungan serat yang lebih rendah. Sehingga rasa kenyang yang dihasilkan tidak dapat bertahan lama.

5. Mengandung Lemak Jenuh, Natrium, Gula, dan Kalori yang Tinggi

Makanan ultra-proses umumnya mengandung lemak jenuh, natrium, dan gula yang tinggi. Makanan ini rendah air dan serat, namun memiliki kepadatan kalori yang lebih tinggi.

Rata-rata, makanan UPF mengandung sekitar 378 kalori per 100 gram. Dibandingkan dengan makanan utuh seperti buah dan sayuran yang rata-rata hanya mengandung sekitar 68 kalori per 100 gram.

Hal penting yang perlu diperhatikan untuk pola makan tinggi UPF jangka panjang adalah dampaknya untuk kondisi kesehatan tubuh.

Makanan UPF bisa memicu masalah kesehatan termasuk obesitas, diabetes tipe 2, penyakit kardiometabolik, berbagai jenis kanker, gangguan pencernaan, asma, kecemasan, depresi, kejadian kardiovaskular, dan risiko kematian akibat berbagai penyebab.

Penjelasan di atas telah menjawab apakah roti tawar termasuk UPF atau tidak. Bagi yang ingin menerapkan pola hidup lebih sehat, tak ada salahnya mengganti roti tawar kemasan di meja makan menjadi roti olahan sendiri yang lebih sehat dan alami. (Aya)

Baca juga: Kenapa Mie Berbentuk Panjang? Simak Sejarah dan Filosofinya Berikut Ini