Arti Kode Rute pada TransJakarta Agar Tidak Salah Naik Bus
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat menggunakan layanan TransJakarta, penumpang akan menemukan berbagai kode pada papan informasi, halte, maupun bus. Memahami arti kode rute pada TransJakarta dapat membantu mengenali layanan yang akan digunakan sebelum naik.
Kode tersebut biasanya terdiri atas angka dan huruf yang menunjukkan karakteristik tertentu dari rute yang dilayani.
Arti Kode Rute pada TransJakarta untuk Mengetahui Layanannya
Arti kode rute pada TransJakarta dapat dipahami melalui susunan huruf dan angka yang digunakan. Berdasarkan unggahan akun Instagram @infotije, sebagian layanan menggunakan format kode angka yang diikuti huruf, seperti 1A, 1B, dan 1C.
Angka pada bagian awal menunjukkan keterkaitan rute dengan koridor tertentu. Misalnya, angka 1 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah yang dilayani memiliki irisan dengan Koridor 1.
Kode rute tersebut membantu membedakan beberapa layanan yang memiliki wilayah pelayanan atau titik pemberhentian berbeda. Karena itu, penumpang sebaiknya tidak hanya melihat angka pada kode, tetapi juga memperhatikan huruf yang mengikutinya serta tujuan akhir yang tercantum pada informasi perjalanan.
Selain menggunakan angka dan huruf seperti 1A atau 1B, TransJakarta juga memiliki layanan Transjabodetabek dengan format huruf yang diikuti angka. Contohnya adalah S61, T31, dan sejumlah rute lainnya.
Huruf pertama pada kode tersebut memiliki arti yang berkaitan dengan wilayah asal atau kawasan yang dilayani. Beberapa kode yang digunakan antara lain:
B = Bekasi
D = Depok
P = Pakuan, Bogor
S = Serpong, Tangerang Selatan
SH = Soekarno-Hatta
T = Tangerang
Dengan memahami kode tersebut, penumpang dapat memperoleh gambaran awal mengenai wilayah yang berkaitan dengan rute bus. Namun, tujuan perjalanan tetap perlu diperiksa pada papan informasi agar tidak keliru memilih layanan.
Selain huruf, angka pada kode Transjabodetabek juga memiliki fungsi tertentu pada halte. Kode seperti S11, S12, S21, dan S22, angka pertama melambangkan titik origin atau titik awal keberangkatan. Sementara itu, angka kedua menunjukkan urutan operasional rute pada titik tersebut.
Contohnya, rute S11 melayani perjalanan BSD (Serpong)-Jelambar, sedangkan S12 melayani Terminal BSD-Fatmawati. Sementara itu, S21 merupakan rute Ciputat-CSW dan S22 melayani Ciputat-Kampung Rambutan.
Pola tersebut membuat kode tidak sekadar menjadi tanda pengenal bus. Susunan huruf dan angka dapat memberikan informasi mengenai kawasan asal serta urutan layanan yang tersedia dari titik tersebut.
Memahami kode rute pada TransJakarta memang dapat membantu saat menentukan bus, tetapi kode sebaiknya tidak menjadi satu-satunya acuan. Sebelum naik, periksa kembali nama tujuan yang tercantum pada bus atau papan informasi di halte.
Hal ini penting karena satu kawasan dapat memiliki lebih dari satu layanan dengan kode berbeda. Kesalahan membaca satu angka atau huruf dapat membuat perjalanan menuju arah yang tidak sesuai.
Dengan memahami arti kode rute pada TransJakarta, penumpang dapat lebih mudah membedakan layanan berdasarkan koridor, wilayah, titik awal, dan urutan operasionalnya.
Kebiasaan memeriksa kode sekaligus tujuan akhir sebelum naik bus juga dapat membantu perjalanan berlangsung lebih terarah dan mengurangi risiko salah memilih rute. (Rahma)
Baca juga: Kenapa Pintu Darurat Biasanya Sulit Dibuka dari Luar? Cek Informasinya di Sini