Arti Semboyan Pendidikan, Ing Ngarsa Sung Tuladha Ing Madya Mangun Karsa
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ing ngarsa sung tuladha ing madya mangun karsa tut wuri handayani merupakan semboyan yang sering muncul dalam pembahasan pendidikan. Semboyan tersebut berasal dari Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.
Pahlawan nasional tersebut menciptakan semboyan atau filosofi berbahasa Jawa ketika mendirikan Taman Siswa. Menurut sejarah bangsa Indonesia, Taman Siswa adalah tempat belajar masyarakat Indonesia pada masa penjajahan Belanda.
Arti Ing Ngarsa Sung Tuladha Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani
Ki Hajar Dewantara merupakan pahlawan yang mempunyai banyak jasa bagi bangsa Indonesia, terutama di dunia pendidikan. Salah satu pemikiran Ki Hajar Dewantara yang populer adalah semboyan atau filosofi pendidikan.
Filosofi tersebut adalah ing ngarsa sung tuladha ing madya mangun karsa tut wuri handayani. Dikutip dari buku Filsafat Manajemen karya Kanto dan Patta (2017, 119 - 120), berikut adalah arti semboyan tersebut.
Ing Ngarsa Sung Tuladha, artinya depan memberikan teladan.
Ing Madya Mangun Karsa, artinya di tengah menggugah semangat.
Tut Wuri Handayani, artinya dari belakang memberikan dorongan.
Semboyan pendidikan tersebut merupakan kata-kata motivasi agar dapat menjadi pribadi yang menginspirasi, memberikan teladan, membangkitkan semangat, serta memotivasi. Semboyan tersebut memang lahir dari ranah pendidikan.
Walaupun demikian, penerapannya dapat mencakup berbagai ranah kehidupan. Semboyan tersebut dapat menjadi pemahaman para pemimpin agar dapat memimpin dengan bijaksana, memberi teladan, menyemangati, serta memotivasi.
3 Contoh Penerapan Semboyan Pendidikan
Penerapan semboyan pendidikan bukan hanya ketika menjadi guru, pendidik, atau pemimpin dalam institusi formal. Penerapannya juga dapat mencakup kegiatan sehari-hari, misalnya:
Orang tua rajin beribadah sesuai dengan ajaran agamanya agar anak meneladani perilaku yang baik.
Menyemangati saudara yang sedang mengerjakan tugas sekolah atau membantunya untuk belajar.
Mendukung teman yang akan mengikuti kompetisi atau olimpiade agar teman menjadi lebih percaya diri.
Baca juga: Cara Menerapkan Perilaku yang Sesuai dengan Nilai Pancasila dalam Kehidupan
Penerapan semboyan dari Ki Hajar Dewantara memang sangat luas karena tidak terbatas pada sekolah atau organisasi saja. Jadi, setiap orang sebenarnya dapat menerapkan ing ngarsa sung tuladha ing madya mangun karsa tut wuri handayani. (AA)