Konten dari Pengguna

Arti Walyatalattaf Wala Yusya'iranna Bikum Ahadan Pada Surat Al Kahfi

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Walyatalattaf wala yusya'iranna bikum ahadan. Foto: Unsplash/Ashkan Forouzani
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Walyatalattaf wala yusya'iranna bikum ahadan. Foto: Unsplash/Ashkan Forouzani

Walyatalattaf wala yusya'iranna bikum ahadan artinya apa? Potongan ayat ini terdapat dalam Surat Al-Kahfi ayat 19 yang menceritakan keadaan Ashabul Kahfi setelah dibangunkan dari tidur panjang.

Mereka kemudian berbicara satu sama lain mengenai keadaan yang baru saja dialami. Karena merasa lapar, mereka berencana mengutus salah seorang untuk pergi ke kota dan membeli makanan. Namun, perjalanan tersebut harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Ada hal yang perlu disembunyikan agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh penduduk setempat. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kisah Ashabul Kahfi yang terdapat dalam Al-Qur'an.

Walyatalattaf Wala Yusya'iranna Bikum Ahadan Artinya Pesan Ashabul Kahfi

Ilustrasi Walyatalattaf wala yusya'iranna bikum ahadan. Foto: Unsplash//Salah Regouane

Walyatalattaf wala yusya'iranna bikum ahadan artinya “hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan hal kalian kepada siapa pun.”

Kalimat tersebut merupakan bagian dari Surah Al-Kahfi ayat 19. Maknanya berkaitan dengan pesan Ashabul Kahfi kepada salah seorang dari mereka yang ditugaskan pergi ke kota untuk membeli makanan. Ia diminta agar bersikap hati-hati selama menjalankan tugas tersebut.

Mengutip laman tafsir.learn-quran.co, setelah terbangun dari tidur panjang, para pemuda Ashabul Kahfi tidak mengetahui dengan pasti berapa lama mereka berada di dalam gua.

Mereka memperkirakan bahwa waktu yang telah berlalu hanya sehari atau sebagian dari sehari. Karena merasa lapar, mereka kemudian meminta salah seorang pergi ke kota dengan membawa uang untuk membeli makanan yang baik.

Pesan walyatalattaf menunjukkan agar orang yang pergi ke kota tersebut berlaku lembut dan berhati-hati. Ia tidak boleh bertindak secara mencolok sehingga keberadaannya menimbulkan perhatian. Sikap tenang diperlukan agar rencana mereka tetap aman.

Selanjutnya, wala yusya'iranna bikum ahadan berarti jangan sampai ia membuat siapa pun mengetahui keberadaan mereka. Ashabul Kahfi memang sedang berada dalam keadaan yang mengharuskan mereka menyembunyikan diri. Karena itu, orang yang pergi membeli makanan harus menjaga perkataan dan tindakannya.

Hal tersebut juga berkaitan dengan lanjutan ayat yang menjelaskan kekhawatiran mereka apabila diketahui oleh penduduk. Jika keberadaan mereka terbongkar, mereka dapat menghadapi ancaman dari orang-orang yang tidak menerima keyakinan mereka.

Oleh sebab itu, kehati-hatian menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan kepada orang yang diutus ke kota.

Dari konteks tersebut, walyatalattaf wala yusya'iranna bikum ahadan tidak berdiri sebagai kalimat yang terpisah dari kisah Ashabul Kahfi.

Potongan ayat ini merupakan pesan agar seseorang bersikap lembut, tidak gegabah, serta menjaga informasi yang dapat membahayakan dirinya dan kelompoknya.(Yolan)

Baca juga: Arti Al Qawiyyu dalam Asmaul Husna Apa? Ini Penjelasannya