Konten dari Pengguna

Asal Usul Gunung Krakatau dan Munculnya Anak Krakatau

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Asal usul Gunung KrakatauFoto: Unsplash/Nathan Anderson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Asal usul Gunung KrakatauFoto: Unsplash/Nathan Anderson

Asal usul Gunung Krakatau menjadi bagian penting dalam sejarah alam Indonesia karena berkaitan dengan salah satu letusan gunung berapi paling dahsyat yang pernah tercatat.

Gunung yang berada di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, telah lama dikenal sebagai kawasan vulkanik yang aktif. Selain meninggalkan perubahan besar pada bentang alam, sejarah Krakatau juga melahirkan gunung baru yang kemudian dikenal sebagai Anak Krakatau.

Hingga kini, kisah terbentuknya kedua gunung tersebut masih sering dipelajari sebagai bagian dari sejarah geologi Indonesia.

Asal Usul Gunung Krakatau, Sejarah Geologi Indonesia

Ilustrasi. Asal usul Gunung KrakatauFoto: Unsplash/Aleks Dahlberg

Asal usul Gunung Krakatau bermula dari aktivitas vulkanik yang telah berlangsung selama ribuan tahun di kawasan Selat Sunda.

Mengutip dari laman pembangunan.banjarmasinkota.go.id, gugusan Krakatau awalnya terdiri atas beberapa kerucut gunung api yang terbentuk akibat pergerakan magma di bawah permukaan bumi.

Sejumlah penelitian juga menyebutkan adanya letusan besar sekitar tahun 416 M yang membentuk kaldera dan menyisakan beberapa pulau vulkanik.

Peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan Gunung Krakatau sebelum mengalami letusan yang jauh lebih besar pada abad ke-19.

Letusan terbesar Gunung Krakatau terjadi pada 26 hingga 27 Agustus 1883. Dalam waktu yang relatif singkat, serangkaian ledakan besar menghancurkan sebagian besar tubuh gunung hingga runtuh ke dalam kaldera.

Peristiwa itu memicu tsunami yang menerjang wilayah pesisir di sekitar Selat Sunda, terutama Banten dan Lampung. Selain menimbulkan banyak korban jiwa, letusan tersebut juga menyebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah sehingga memberikan dampak terhadap kondisi atmosfer di sejumlah belahan dunia.

Setelah letusan besar tersebut, aktivitas vulkanik di kawasan bekas Krakatau ternyata belum berhenti. Di bawah permukaan laut, magma masih terus bergerak dan perlahan mendorong material vulkanik ke atas.

Seiring berjalannya waktu, endapan lava dan abu vulkanik mulai membentuk daratan baru yang akhirnya muncul ke permukaan laut. Gunung baru itu kemudian diberi nama Anak Krakatau karena tumbuh di lokasi bekas Gunung Krakatau yang hancur akibat letusan tahun 1883.

Sejak pertama kali muncul pada akhir dekade 1920-an, Anak Krakatau terus mengalami pertumbuhan melalui aktivitas erupsi yang berlangsung secara berkala.

Material berupa lava, abu, dan batuan vulkanik secara bertahap menambah ukuran gunung tersebut. Meskipun beberapa kali mengalami perubahan bentuk akibat erupsi, Anak Krakatau tetap menjadi salah satu gunung api aktif yang terus dipantau karena aktivitas vulkaniknya masih berlangsung hingga sekarang.

Kawasan Krakatau juga memiliki nilai penting bagi dunia penelitian. Setelah letusan besar mengubah kondisi pulau-pulau di sekitarnya, berbagai jenis tumbuhan dan satwa perlahan kembali menghuni kawasan tersebut.

Proses tersebut menunjukkan bagaimana alam dapat berkembang kembali setelah mengalami perubahan besar. Oleh sebab itu, Krakatau tidak hanya dikenang karena sejarah letusannya, tetapi juga karena menjadi tempat penting untuk mempelajari perkembangan ekosistem di lingkungan vulkanik.

Hingga saat ini, asal usul Gunung Krakatau dan kemunculan Anak Krakatau masih menjadi bagian penting dari sejarah kebencanaan dan geologi Indonesia.

Kisah tersebut menggambarkan besarnya pengaruh aktivitas gunung berapi terhadap lingkungan, sekaligus memperlihatkan bagaimana bentang alam baru dapat terbentuk melalui proses alam yang berlangsung dalam waktu panjang.(Yolan)

Baca juga: Legenda Danau Singkarak, Warisan Cerita Rakyat yang Patut Dilestarikan