Asal Usul Gunung Mekongga, Jejak Cerita Rakyat yang Penuh Makna
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal Usul Gunung Mekongga merupakan salah satu cerita rakyat yang hingga kini masih diwariskan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara. Gunung yang berada di Kabupaten Kolaka ini tidak hanya dikenal sebagai puncak tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara, tetapi juga memiliki legenda yang telah hidup secara turun-temurun.
Di balik keindahan alamnya, masyarakat setempat meyakini bahwa nama Gunung Mekongga berasal dari peristiwa yang melibatkan seekor burung raksasa.
Kisah tersebut terus diceritakan dari generasi ke generasi karena mengandung pesan tentang keberanian, kecerdikan, serta semangat masyarakat dalam menghadapi ancaman yang membahayakan kehidupan mereka.
Asal Usul Gunung Mekongga dan Burung Raksasa
Mengutip dari video "Asal Usul Gunung Mekongga – Cerita Rakyat Sulawesi Tenggara" di kanal YouTube Dongeng Kita, pada zaman dahulu Negeri Sorume hidup damai hingga kemunculan seekor elang raksasa yang memangsa hewan ternak dan manusia.
Karena tidak sanggup menghadapinya, ketua adat mengutus dua warga meminta nasihat kepada seorang cerdik pandai bernama Larumbalangi di Negeri Sorumba.
Larumbalangi menyarankan agar warga membuat bambu runcing sebanyak-banyaknya, lalu mengoleskan racun yang kuat pada ujungnya.
Setelah itu, mereka diminta mencari seorang laki-laki pemberani untuk dijadikan umpan di tengah padang rumput, sementara bambu-bambu runcing dipasang mengelilinginya. Seorang pemuda bernama Tak Hasea dengan sukarela menerima tugas tersebut.
Ketika elang raksasa datang menyambar mangsanya, salah satu sayapnya tertusuk bambu runcing. Tak Hasea kemudian menghujamkan bambu beracun ke dada elang hingga burung itu terluka parah dan terbang menjauh sebelum akhirnya jatuh di puncak sebuah gunung.
Setelah hujan deras selama tujuh hari tujuh malam menghanyutkan bangkai elang yang telah membusuk, gunung tempat jatuhnya burung tersebut kemudian dinamakan Gunung Mekongga, yang berarti gunung tempat matinya elang raksasa, sedangkan sungai yang menghanyutkan bangkainya dikenal sebagai Sungai Lamekongga.
Itulah Asal Usul Gunung Mekongga yang hingga kini tetap dikenang sebagai warisan cerita rakyat Sulawesi Tenggara. Legenda ini tidak hanya menjelaskan asal usul nama Gunung Mekongga, tetapi juga mengajarkan arti keberanian, pengorbanan, dan kerja sama dalam menghadapi setiap ancaman yang datang. (Fifah)
Baca juga: Legenda Ki Ageng Selo dan Nilai-Nilai Luhur di Dalamnya