Asal Usul Putri Sedaro Putih, Cerita Rakyat dari Bengkulu
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu cerita rakyat yang masih dikenal hingga kini berasal dari Provinsi Bengkulu, yaitu asal-usul Putri Sedaro Putih. Cerita Putri Sedaro Putih bukan sekadar dongeng pengantar tidur, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang relevan hingga saat ini.
Indonesia memiliki beragam cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Setiap daerah menyimpan kisah dengan latar, tokoh, dan pesan moral yang berbeda, mulai dari legenda suatu tempat hingga cerita tokoh teladan.
Asal Usul Putri Sedaro Putih
Putri Sedaro Putih merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari Suku Rejang, Provinsi Bengkulu dan telah diwariskan secara turun-temurun. Inilah asal usul Putri Sedaro Putih cerita rakyat dari Bengkulu berdasarkan situs web garuda.kemdiktisaintek.go.id.
Berkisah tentang tujuh orang bersaudara yang hidup sebagai petani. Enam orang adalah laki-laki, sedangkan anak bungsunya seorang perempuan bernama Putri Sedaro Putih.
Sejak kecil, Putri Sedaro Putih sangat disayangi oleh keenam kakaknya karena mereka telah menjadi yatim piatu. Suatu malam, Putri Sedaro Putih bermimpi didatangi seorang laki-laki tua yang mengatakan bahwa ajalnya sudah dekat.
Meskipun sempat merasa takut, ia akhirnya melupakan mimpi tersebut. Namun, beberapa waktu kemudian Putri Sedaro Putih meninggal dunia tanpa sakit terlebih dahulu. Keenam saudaranya sangat sedih dan menguburkannya di dekat rumah mereka.
Beberapa hari setelah pemakaman, di atas makam Putri Sedaro Putih tumbuh sebatang pohon yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Pohon itu kemudian diberi nama pohon Sedaro Putih.
Suatu ketika, salah seorang saudara melihat seekor tupai memotong tangkai buah pohon tersebut sehingga keluar cairan bening. Setelah dicicipi, ternyata cairan itu memiliki rasa manis.
Mereka pun mulai menyadap pohon tersebut dengan menggunakan bambu sebagai penampung air nira. Air nira yang diperoleh kemudian dimasak hingga mengental dan membeku menjadi gula merah.
Sejak saat itu, pohon Sedaro Putih dikenal sebagai pohon enau atau pohon aren yang memberikan banyak manfaat bagi manusia. Pohon ini menghasilkan nira, gula merah, kolang-kaling, ijuk, dan sapu lidi.
Asal usul Putri Sedaro Putih yang berasal dari Bengkulu, mengajarkan nilai kasih sayang antar saudara, kerja sama, serta rasa syukur atas kekayaan alam. Legenda ini tidak hanya dikenal sebagai kisah yang menghibur, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah. (Fia)
Baca juga: Asal Usul Benteng Rotterdam dan Fakta Menariknya