Konten dari Pengguna

Asal Usul Sungai Kapuas Berdasarkan Cerita Rakyat yang Berkembang

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi asal usul Sungai Kapuas.Foto: Riva Almero / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi asal usul Sungai Kapuas.Foto: Riva Almero / Unsplash

Banyak yang belum tahu cerita rakyat yang membahas Sungai Kapuas. Mengetahui asal usul Sungai Kapuas rasanya sangat penting karena dapat meningkatkan rasa kagum pada nusantara.

Sungai Kapuas merupakan sungai yang terletak di provinsi Kalimantan Barat. Panjangnya tercatat mencapai 1.143 kilometer, sehingga termasuk sungai terpanjang di Indonesia.

Asal Usul Sungai Kapuas yang Berkembang di Masyarakat

Ilustrasi asal usul Sungai Kapuas.Foto: Ainun Jamila / Unsplash

Mengutip laman kip.kapuaskab.go.id, berdasarkan cerita yang tersebar di masyarakat, asal usul Sungai Kapuas dimulai dari dahulu kala di mana terdapat sebuah kerajaan bernama Kahayan Hilir.

Raja yang memimpin di zaman itu dikenal sebagai sosok yang adil, bijaksana, serta sangat mengayomi masyarakat. Beliau dikaruniai anak kembar yang diberi nama Naga dan Buaya.

Sifat keduanya disebut-sebut sangat bertolak belakang. Naga memiliki sifat sombong, jahat, serakah, dan suka menyalahgunakan kekuasaan, sementara Buaya bersifat adil, jujur, bijak dan peduli pada rakyat.

Tidak ingin dianggap pilih kasih, kemudian sang raja memutuskan untuk bertapa terlebih dahulu sebelum memutuskan siapa anak yang pantas menjadi raja selanjutnya.

Agar pemerintahan di kerajaan tetap berjalan dengan semestinya, sang raja menyerahkan segala urusan kerajaan kepada kedua anaknya. Sayangnya, hal itu disalahgunakan oleh Naga.

Buaya yang melihat kelakuan buruk saudaranya mencoba mengingatkannya dengan menegur secara halus. Namun, teguran Buaya sama sekali tidak dihiraukan oleh Naga.

Akhirnya terjadilah pertengkaran yang berujung pada peperangan. Sang ayah yang mendengar kabar tersebut merasa marah, sehingga tanpa sadar mengutuk putra-putranya menjadi hewan sesuai namanya.

Setelah mendapatkan kutukan, keduanya memutuskan pergi dari istana dan menetap di Sungai Kapuas.

Berdasarkan legenda tersebut, masyarakat percaya jika Sungai Kapuas hingga kini dijaga oleh Naga dan Buaya.

Sebelum diberi nama seperti yang dikenal saat ini, sungai Sungai Kapuas disebut dengan nama Sungai Batang Lawai. Tidak jarang juga masyarakat sekitar menyebutnya dengan istilah Kapuas Buhang.

Istilah lawai sendiri merujuk pada nama daerah yang kini dikenal dengan sebutan Kabupaten Melawi. Sementara itu, istilah batang diambil dari bahasa Ibrani yang berarti air.

Dari cerita rakyat asal usul Sungai Kapuas yang sudah dibahas tadi bisa diambil pelajaran bahwa kekuasaan memang rentan menyebabkan pertengkaran.

Oleh karenanya sebagai seorang pemimpin hendaknya harus memiliki sifat jujur, bijak, amanah, dan adil. (NOV)

Baca juga: Legenda Bujang Beji, Cerita Rakyat dari Kalimantan Barat