Konten dari Pengguna

Bagaimana Aurora Terbentuk? Ini Proses Terjadinya di Langit

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana aurora terbentuk? . Foto: Unsplash/Lightscape
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana aurora terbentuk? . Foto: Unsplash/Lightscape

Bagaimana aurora terbentuk? fenomena cahaya warna-warni yang muncul di langit ini menjadi salah satu pemandangan alam yang menarik perhatian.

Aurora dapat terlihat seperti tirai cahaya yang bergerak dengan warna hijau, merah, ungu, atau biru. Fenomena tersebut umumnya muncul di wilayah dekat kutub Bumi.

Di balik keindahannya, aurora terbentuk melalui proses yang melibatkan aktivitas Matahari, partikel bermuatan, medan magnet Bumi, serta gas yang terdapat di atmosfer.

Bagaimana Aurora Terbentuk, Muncul di Langit?

Ilustrasi Bagaimana aurora terbentuk? . Foto: Unsplash/Christian Ruehmer

Bagaimana aurora terbentuk? dikutip dari laman www.jpl.nasa.gov, prosesnya diawali oleh aktivitas Matahari yang menghasilkan angin Matahari.

Aliran tersebut membawa partikel bermuatan berenergi menuju Bumi. Aktivitas Matahari yang lebih kuat, seperti semburan Matahari (solar flares) dan lontaran massa korona (coronal mass ejections), dapat menghasilkan lebih banyak partikel bermuatan yang kemudian berinteraksi dengan lingkungan magnetik Bumi.

Ketika partikel bermuatan dari Matahari mencapai Bumi, partikel tersebut berinteraksi dengan magnetosfer, yaitu wilayah yang dipengaruhi medan magnet Bumi. Sebagian partikel kemudian diarahkan mengikuti garis medan magnet menuju wilayah di sekitar kutub utara dan kutub selatan.

Setelah memasuki atmosfer bagian atas, partikel berenergi tinggi tersebut bertabrakan dengan atom dan molekul gas, terutama oksigen dan nitrogen.

Tumbukan ini memberikan energi kepada partikel-partikel gas tersebut. Ketika kembali ke keadaan semula, energi yang diperoleh dilepaskan dalam bentuk cahaya.

Warna cahaya aurora bergantung pada jenis gas yang terlibat dan ketinggian terjadinya tumbukan. Oksigen dapat menghasilkan cahaya berwarna hijau atau merah, sedangkan nitrogen dapat menghasilkan warna biru atau kemerahan.

Karena proses tersebut berlangsung di wilayah atmosfer yang luas, cahaya aurora dapat terlihat seperti pita atau tirai yang bergerak di langit.

Aurora yang muncul di belahan Bumi utara disebut Aurora Borealis, sedangkan yang terlihat di belahan Bumi selatan dikenal sebagai Aurora Australis. Keduanya terjadi melalui proses dasar yang sama, yakni interaksi partikel dari Matahari dengan medan magnet dan atmosfer Bumi.

Bagaimana aurora terbentuk? Ketika partikel bermuatan dari Matahari berinteraksi dengan medan magnet Bumi dan bertumbukan dengan gas di atmosfer. Energi dari tumbukan tersebut kemudian menghasilkan cahaya warna-warni yang menghiasi langit.(Yolan)

Baca juga: Mengapa Langit Berwarna Biru? Ini Alasan Ilmiahnya