Konten dari Pengguna

Bagaimana Badai Tropis Terbentuk: Penjelasan hingga Contohnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana Badai Tropis Terbentuk. Unsplash.com/darktez
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana Badai Tropis Terbentuk. Unsplash.com/darktez

Badai tropis adalah sistem badai yang berputar dengan sangat cepat. Badai ini terbentuk di atas lautan tropis atau subtropis yang hangat. Karena dampaknya yang besar, banyak orang mempelajari bagaimana badai tropis terbentuk.

Badai tropis memiliki pusat yang bertekanan rendah dengan sirkulasi udara yang tertutup. Badai ini juga disertai angin kencang serta hujan yang sangat deras.

Dikutip dari descartesunderwriting.com, badai ini memiliki nama berbeda sesuai lokasi terbentuknya. Diantaranya hurricane (hurikan) di Atlantik dan Pasifik Timur Laut, typhoon (taifun) di Pasifik Barat Laut, serta cyclone (siklon) di Pasifik Selatan dan Samudra Hindia.

Bagaimana Badai Tropis Terbentuk dengan Kecepatannya?

Bagaimana Badai Tropis Terbentuk. Unsplash.com/Daniel Seel

Bagaimana badai tropis terbentuk? Siklon tropis yang telah matang dapat berkembang hingga mencapai ukuran ratusan kilometer. Kecepatan anginnya juga dapat mencapai lebih dari 250 km/jam (155 mph).

Selain menyebabkan angin kencang, badai tropis juga menyebabkan gelombang badai (storm surge), banjir akibat hujan deras, bahkan tornado saat badai mencapai daratan.

Proses terbentuknya badai tropis disebut dengan siklogenesis (cyclogenesis). Proses ini berlangsung secara bertahap dan didukung oleh kondisi atmosfer tertentu.

1. Diawali dari Air Laut yang Hangat

Suhu permukaan laut yang berada di atas 26°C dan cukup hangat hingga kedalaman sekitar 50 meter dapat memanaskan udara di atas permukaan laut. Udara yang hangat dan lembap naik sehingga menciptakan daerah yang bertekanan rendah di permukaan.

Saat udara hangat dan lembap naik, maka uap air di dalamnya mengalami kondensasi dan membentuk awan. Proses ini melepaskan panas laten, sebuah energi panas sebagai bahan bakar utama bagi perkembangan badai.

Tanpa air laut yang hangat, badai tropis tidak bisa terbentuk dan mempertahankan kekuatannya. Sebab itu, badai tropis biasanya dapat terbentuk di wilayah tropis dan subtropis.

2. Kondisi Atmosfer Apa yang Memicu

Terdapat tiga kondisi atmosfer memicu. Pertama adalah geseran angin vertikal yang rendah, menyebabkan perbedaan kecepatan atau arah angin pada ketinggian yang berbeda.

Apabila angin di berbagai ketinggian memiliki arah dan kecepatan yang relatif sama, maka badai dapat berkembang menjadi struktur yang lebih teratur.

Namun sebaliknya, geseran angin yang kuat dapat mengganggu dan menghancurkan struktur badai. Sehingga sistem badai yang berkembang sulit menjadi badai tropis yang kuat.

Kedua, badai tropis membutuhkan kelembapan yang cukup di lapisan atmosfer bagian tengah. Kelembapan ini membantu mempertahankan aktivitas awan dan badai petir.

Apabila udara terlalu kering, maka proses terbentuknya badai dapat kehilangan kekuatannya sebelum berkembang lebih jauh.

Ketiga, efek Coriolis yang muncul karena Bumi berputar. Akibatnya, udara yang bergerak di atmosfer mengalami pembelokan ke arah kanan di Belahan Bumi Utara, dan ke kiri di Belahan Bumi Selatan.

Pembelokan tersebut membantu memberikan gerakan berputar pada sistem badai dan menghasilkan bentuk khas badai tropis.

Namun, efek Coriolis sangat lemah di sekitar 5° dari garis khatulistiwa. Itulah sebabnya siklon tropis hampir tidak pernah terbentuk tepat di sekitar garis khatulistiwa.

Ketika badai semakin kuat, muncul salah satu bagian badau yang paling khas, yaitu mata badai (eye). Mata badai adalah area berbentuk hampir melingkar di pusat badai. Biasanya mata badai memiliki udara yang relatif tenang dan bergerak turun.

Diameter mata badai biasanya berukuran sekitar 30–65 km. Mata badai dikelilingi oleh dinding mata (eyewall), sebuah cincin awan yang memiliki angin paling kencang dan hujan paling deras.

3. Badai Hurricane Helene

Salah satu contoh badai tropis adalah Hurricane Helene yang terjadi pada tahun 2024. Badai ini menyebabkan kerugian besar akibat banjir di wilayah tenggara Amerika Serikat, meskipun kekuatannya dianggap telah menurun.

Bagaimana badai tropis terbentuk? Badai terbentuk jika semua kondisi di atas terpenuhi. Saat kumpulan awan dan badai petir berkembang menjadi badai tropis yang akhirnya mencapai kekuatan hurricane, typhoon, atau cyclone. (Aya)

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Semua Es di Bumi Mencair? Ini Dampaknya