Konten dari Pengguna

Bagaimana Gurita Mengubah Warna? Inilah Proses dan Fakta Uniknya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana gurita mengubah warna?, Pexels/Jeffry Surianto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana gurita mengubah warna?, Pexels/Jeffry Surianto

Bagaimana gurita mengubah warna? Kemampuan ini bukan sekadar membuat gurita terlihat menarik, tetapi menjadi bagian penting dari cara hewan tersebut bertahan hidup di lingkungan laut.

Gurita dikenal sebagai salah satu hewan laut yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengubah warna tubuhnya. Dalam waktu singkat, kulit gurita dapat menampilkan berbagai warna dan pola yang membuatnya tampak berbeda dari sebelumnya.

Bagaimana Gurita Mengubah Warna Tubuhnya?

Ilustrasi bagaimana gurita mengubah warna?, Pexels/Катерина Жосул

Gurita dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah warna dan pola tubuhnya dalam waktu yang sangat singkat. Bagaimana gurita mengubah warna? Simak penjelasannya berikut berdasarkan situs web plantbasedtreaty.org.

Kemampuan mengubah warna pada gurita berasal dari struktur khusus yang terdapat di dalam kulitnya. Salah satu struktur terpenting adalah kromatofor, yaitu sel yang mengandung pigmen.

Kromatofor dapat diperbesar atau diperkecil sehingga jumlah warna yang terlihat pada permukaan tubuh gurita dapat berubah. Dengan mengatur sel-sel tersebut, gurita mampu menghasilkan berbagai kombinasi warna dan pola.

Selain kromatofor, gurita juga memiliki struktur lain yang membantu menghasilkan perubahan penampilan. Iridofor merupakan struktur yang dapat memantulkan cahaya dan menghasilkan warna seperti biru, hijau, atau keperakan.

Ada pula leukofor yang membantu memantulkan cahaya dari lingkungan. Struktur ini membuat warna tubuh gurita dapat lebih menyerupai latar belakang di sekitarnya.

Menariknya, perubahan tersebut dikendalikan oleh sistem saraf gurita. Ketika gurita melihat lingkungan atau merasakan adanya ancaman, informasi tersebut dapat memicu perubahan pada sel-sel di kulitnya.

Akibatnya, warna dan pola tubuh dapat berubah dengan sangat cepat. Kemampuan ini memungkinkan gurita bersembunyi di antara batu, pasir, tumbuhan laut, atau permukaan lainnya.

Perubahan warna juga memiliki fungsi komunikasi. Gurita dapat menunjukkan pola tertentu sebagai respons terhadap gurita lain atau situasi yang dihadapinya.

Bahkan, beberapa perubahan warna dapat muncul ketika gurita merasa terancam atau sedang melakukan interaksi dengan lingkungannya. Kemampuan-kemampuan tersebut menunjukkan bahwa kulit gurita bukan sekadar pelindung tubuh.

Kulitnya merupakan bagian penting dari sistem komunikasi dan pertahanan. Kombinasi antara kromatofor, iridofor, leukofor, dan sistem saraf membuat gurita menjadi salah satu hewan laut dengan kemampuan visual dan kamuflase yang sangat menakjubkan.

Bagaimana gurita mengubah warna? Jawabannya adalah perubahan warna pada gurita terjadi berkat struktur khusus yang terdapat pada kulitnya, termasuk sel-sel pigmen yang disebut kromatofor. (Fia)

Baca juga: Bagaimana Ikan Menemukan Arah? Begini Penjelasan Ilmiahnya