Konten dari Pengguna

Bagaimana Kucing Menjaga Keseimbangan? Ini Caranya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana kucing menjaga keseimbangan?. Foto: Unsplash/Helena Lopes
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana kucing menjaga keseimbangan?. Foto: Unsplash/Helena Lopes

Bagaimana kucing menjaga keseimbangan? kemampuan ini terlihat ketika kucing berjalan di tempat sempit, melompat dari satu permukaan ke permukaan lain, atau bergerak di atas tempat tinggi tanpa mudah terjatuh.

Gerakannya yang lincah bukan sekadar hasil kebiasaan, tetapi berkaitan erat dengan bentuk tubuh dan sistem keseimbangan yang dimilikinya.

Struktur tulang, tulang belakang yang lentur, ekor, hingga sistem vestibular di telinga bagian dalam bekerja membantu kucing mempertahankan posisi tubuh ketika bergerak.

Bagaimana Kucing Menjaga Keseimbangan?

Ilustrasi Bagaimana kucing menjaga keseimbangan?. Foto: Unsplash/Helena Lopes

Bagaimana kucing menjaga keseimbangan? dikutip dari laman www.diamondpet.com, kemampuan tersebut salah satunya berasal dari sistem vestibular yang berada di bagian telinga dalam dan otak. Sistem ini membantu mengatur keseimbangan sekaligus mengoordinasikan gerakan kepala dan mata.

Di dalam telinga terdapat saluran berisi cairan yang akan bergerak ketika kepala berubah posisi. Perubahan tersebut kemudian dikirim sebagai sinyal ke otak sehingga kucing dapat mengetahui posisi kepalanya, termasuk ketika tubuh sedang bergerak atau berada dalam posisi terbalik.

Selain sistem vestibular, bentuk tulang dan tubuh kucing juga mendukung kemampuan tersebut. Kucing memiliki sekitar 30 ruas tulang belakang, atau enam lebih banyak dibandingkan manusia.

Tulang belakang yang lentur membuat tubuhnya mudah menyesuaikan posisi ketika bergerak. Kucing juga memiliki tulang selangka yang sangat kecil, sementara tulang belikatnya terhubung ke tubuh melalui otot. Susunan tersebut membuat tubuh kucing lebih fleksibel dan lincah.

Ekor turut membantu ketika kucing berjalan di permukaan sempit. Ekor yang lentur dapat berfungsi sebagai penyeimbang dengan mengatur posisi tubuh agar tetap stabil.

Meski begitu, kucing yang tidak memiliki ekor tetap dapat menjaga keseimbangan karena tubuhnya mampu beradaptasi dan menggunakan mekanisme lain. Kemampuan menjaga keseimbangan juga berkaitan dengan refleks membalikkan tubuh saat jatuh.

Ketika kehilangan pijakan, kucing dapat memutar kepala, melengkungkan dan memutar tulang belakang, serta mengatur posisi kaki agar tubuh berputar menuju posisi yang tepat sebelum mendarat. Namun, keberhasilan mekanisme ini tetap dipengaruhi ketinggian jatuh dan kondisi fisik kucing.(Arif)

Baca juga: Kenapa Wastafel Memiliki Lubang Kecil? Ini Penyebabnya