Konten dari Pengguna

Bagaimana Panel Surya Menghasilkan Listrik? Simak Cara Kerjanya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Panel Surya Menghasilkan Listrik, Foto:Unsplash/American Public Power Association
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Panel Surya Menghasilkan Listrik, Foto:Unsplash/American Public Power Association

Bagaimana panel surya menghasilkan listrik menjadi pembahasan yang menarik ketika melihat bagaimana cahaya matahari dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.

Matahari yang setiap hari menyinari bumi ternyata tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membawa energi yang dapat diubah menjadi listrik melalui teknologi tertentu.

Panel surya menjadi salah satu perangkat yang memungkinkan proses tersebut berlangsung.

Bagaimana Panel Surya Menghasilkan Listrik Memenuhi Kebutuhan Energi?

Ilustrasi Bagaimana Panel Surya Menghasilkan Listrik, Foto:Unsplash/Zbynek Burival

Bagaimana panel surya menghasilkan listrik yang berkaitan dengan kebutuhan energi yang terus meningkat di berbagai negara.

Energi memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan dan pertumbuhan ekonomi, sementara persediaan energi konvensional semakin terbatas.

Pada saat yang sama, kebutuhan terhadap lingkungan yang bersih dan bebas polusi mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Salah satu sumber energi yang memiliki potensi besar adalah matahari, karena jumlah energinya sangat melimpah dan dapat dimanfaatkan melalui teknologi solar cell atau sel surya.

Dikutip dari laman esdm.go.id, solar cell merupakan perangkat yang mampu mengubah sinar matahari menjadi arus listrik. Energi matahari yang sampai ke permukaan bumi setiap tahun jauh lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan energi dunia.

Total kebutuhan energi dunia disebut mencapai sekitar 10 Terra Watt atau 3 × 10²⁰ joule per tahun, sedangkan energi matahari yang sampai ke permukaan bumi mencapai sekitar 2,6 × 10²⁴ joule setiap tahun.

Besarnya energi tersebut membuat matahari menjadi salah satu sumber energi yang berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Solar cell juga memiliki keunggulan karena dapat dipasang secara modular di berbagai lokasi yang menerima sinar matahari.

Selain itu, perangkat ini tidak menghasilkan suara seperti pembangkit tenaga angin dan dapat digunakan tanpa sistem transmisi yang panjang apabila dipasang langsung di lokasi yang membutuhkan listrik.

Karena berbagai keunggulan tersebut, teknologi solar cell terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya produksinya.

Cara kerja solar cell berkaitan dengan cahaya yang terdiri atas partikel energi yang disebut foton. Ketika foton mengenai bahan semikonduktor, sebagian energi cahaya dapat diserap dan membebaskan elektron dari ikatan atom.

Pergerakan elektron tersebut kemudian menghasilkan aliran arus listrik. Dalam proses ini, bahan semikonduktor tipe p dan tipe n membentuk persambungan yang memungkinkan terjadinya aliran muatan ketika menerima cahaya matahari.

Bagaimana panel surya menghasilkan listrik? Agar dapat menghasilkan daya yang lebih besar, sel-sel surya disusun menjadi panel photovoltaic (PV). Panel tersebut kemudian menjadi bagian utama dalam sistem pembangkit listrik tenaga surya.

Selain panel, sistem juga dapat dilengkapi baterai untuk menyimpan energi, pengatur pengisian baterai, inverter untuk mengubah listrik DC menjadi AC, kabel sebagai penghubung, serta rangka penyangga untuk menempatkan panel agar dapat menerima sinar matahari dengan baik.

Teknologi solar cell telah berkembang melalui beberapa jenis, mulai dari silikon kristal tunggal dan silikon poli kristal hingga lapisan tipis, solar cell organik, serta dye-sensitized solar cell.

Masing-masing jenis memiliki karakteristik, tingkat efisiensi, biaya produksi, dan bahan yang berbeda.

Dengan pemasangan serta perawatan yang sesuai, sistem photovoltaic dapat digunakan dalam jangka panjang, bahkan modul yang dibuat dan dipasang dengan baik dapat bertahan hingga sekitar 30 tahun. (KIKI)

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air? Cek di Sini