Bagaimana Pasang Surut Terjadi? Temukan Faktanya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana pasang surut terjadi? Naik turunnya permukaan air laut menjadi fenomena yang dapat diamati di kawasan pesisir.
Pada waktu tertentu, air laut bergerak naik hingga mencapai titik pasang, kemudian kembali turun secara perlahan.
Perubahan ini terjadi secara berkala dan dapat terlihat dari kondisi garis pantai yang ikut berubah sepanjang waktu.
Bagaimana Pasang Surut Terjadi di Laut?
Bagaimana pasang surut terjadi? Pasang surut terjadi karena adanya pengaruh gaya gravitasi Bulan dan Matahari terhadap Bumi.
Hal ini seperti yang dijelaskan rri.co.id, gaya gravitasi Bulan memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap pasang surut dibandingkan Matahari karena jarak Bulan jauh lebih dekat dengan Bumi.
Gaya gravitasi Bulan menghasilkan gaya pasang surut pada Bumi. Air laut yang bersifat mudah bergerak kemudian merespons pengaruh tersebut sehingga terjadi perubahan ketinggian permukaan laut.
Salah satu bagian Bumi yang menghadap Bulan mengalami tonjolan air pasang, sementara tonjolan lainnya terbentuk di sisi yang berlawanan.
Matahari juga memberikan pengaruh terhadap pasang surut meskipun efeknya lebih kecil dibandingkan Bulan. Posisi Bulan, Bumi, dan Matahari kemudian mempengaruhi besar kecilnya pasang yang terjadi. Ketika ketiganya berada dalam satu garis lurus, pengaruh gaya gravitasi Bulan dan Matahari saling memperkuat.
Pada fase Bulan baru dan Bulan purnama, tonjolan pasang yang dipengaruhi gravitasi Bulan dan Matahari saling bertumpuk. Kondisi tersebut menghasilkan pasang yang lebih tinggi dari biasanya dan disebut pasang purnama.
Sebaliknya, ketika Bulan berada pada fase kuartil, pengaruh kedua tonjolan pasang cenderung saling meniadakan. Akibatnya, rentang pasang surut menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut dikenal sebagai pasang perbani.
Perbedaan posisi Bulan dan Matahari membuat ketinggian pasang surut tidak selalu sama. Kondisi geografis setiap wilayah perairan juga mempengaruhi respons terhadap gaya pembangkit pasang surut.
Berdasarkan frekuensinya, pasang surut terbagi menjadi tiga tipe utama. Pasang surut harian tunggal atau diurnal tides terjadi satu kali pasang dan satu kali surut dalam sehari. Pasang surut harian ganda atau semidiurnal tides terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari.
Sementara itu, pasang surut campuran atau mixed tides terbagi menjadi dua jenis. Pasang surut campuran condong ke harian tunggal (mixed tide prevailing diurnal) umumnya mengalami satu kali pasang dan satu kali surut dalam sehari, tetapi pada kondisi tertentu dapat mengalami dua kali pasang surut.
Bagaimana pasang surut terjadi? Fenomena ini terutama dipengaruhi oleh gaya gravitasi Bulan dan Matahari terhadap Bumi, dengan pengaruh Bulan yang lebih dominan karena jaraknya lebih dekat.
Posisi ketiga benda langit tersebut menentukan apakah gaya gravitasi saling memperkuat atau cenderung mengurangi pengaruh satu sama lain.
Selain itu, karakteristik setiap wilayah perairan menyebabkan pola pasang surut dapat berbeda, baik dari segi frekuensi, tinggi, maupun periode terjadinya. (DANI)
Baca juga: Apakah Hiu Bisa Mencium Darah dari Jauh? Kenali Kemampuan Indra Penciumannya