Bagaimana Sedotan Bekerja? Simak Penjelasannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana sedotan bekerja menarik untuk dipahami, terutama karena prosesnya berkaitan dengan tekanan udara dan pergerakan cairan.
Bentuk sedotan yang sederhana justru menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Panjang, posisi, serta kondisi di sekitar sedotan dapat memengaruhi bagaimana minuman bergerak ketika digunakan.
Bagaimana Sedotan Bekerja dalam Proses Mengisap Minuman?
Bagaimana sedotan bekerja berkaitan erat dengan tekanan udara yang terjadi saat proses mengisap minuman.
Sedotan, yang juga dikenal sebagai penyedot atau pipet, merupakan tabung yang digunakan untuk memindahkan cairan dari wadah menuju mulut.
Ketika udara di dalam mulut dikurangi melalui proses mengisap, tekanan atmosfer kemudian mendorong cairan naik melalui bagian dalam sedotan hingga mencapai mulut.
Proses sederhana tersebut berlangsung dengan cepat sehingga minuman dapat berpindah dari wadah tanpa perlu mengangkatnya secara langsung ke mulut.
Dikutip dari laman rri.co.id, pada awal perkembangannya, sedotan dibuat dari batang rumput atau jerami yang memiliki rongga. Bentuknya masih sederhana dan bahan yang digunakan sepenuhnya berasal dari alam.
Seiring berjalannya waktu, sedotan berkembang menjadi tabung tipis yang dibuat dari berbagai bahan, termasuk plastik seperti polypropylene dan polystyrene.
Selain berbentuk lurus, beberapa sedotan dilengkapi engsel yang menyerupai akordeon sehingga bagian tertentu dapat ditekuk dan lebih mudah digunakan.
Sedotan pertama kali diketahui digunakan oleh bangsa Sumeria, terutama untuk meminum bir. Pada saat itu, sedotan juga berfungsi membantu menyaring ampas dan sisa padatan dari hasil fermentasi.
Sementara itu, di kawasan Amerika Selatan, khususnya Argentina dan negara-negara di sekitarnya, terdapat alat serupa yang disebut bombilla. Alat berbahan logam tersebut berfungsi sebagai sedotan sekaligus penyaring dalam tradisi minum teh mate.
Sedotan modern kemudian dipatenkan oleh Marvin C. Stone pada tahun 1888. Penemuan tersebut menjadi salah satu bagian dari perubahan penggunaan sedotan alami menuju sedotan yang diproduksi secara industri.
Setelah itu, sedotan terus berkembang dengan berbagai ukuran dan bahan.
Bagaimana sedotan bekerja? Pada awalnya, sedotan kertas memiliki diameter sempit serta bentuk yang menyerupai batang rumput. Karena ukurannya kecil, dua sedotan sering digunakan sekaligus untuk mengurangi usaha saat mengisap.
Setelah sedotan plastik modern dibuat dengan diameter yang lebih besar, satu sedotan sudah cukup untuk menghasilkan aliran minuman yang nyaman.
Penggunaan sedotan juga dapat membantu mengurangi risiko kerusakan gigi. Banyak minuman, terutama minuman ringan, bersifat asam.
Dengan menggunakan sedotan, kontak langsung cairan dengan gigi dapat diminimalkan sehingga membantu menurunkan risiko gigi berlubang dan erosi enamel. (KIKI)
Baca juga: Kenapa Garpu Memiliki Empat Gigi? Ini Alasan di Balik Desainnya