Konten dari Pengguna

Bagaimana Semut Menemukan Makanan? Ini Caranya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana semut menemukan makanan?. Foto: Unsplash/VINAY GUPTA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana semut menemukan makanan?. Foto: Unsplash/VINAY GUPTA

Bagaimana semut menemukan makanan? Pertanyaan ini muncul ketika melihat semut tiba-tiba berkumpul di sekitar makanan yang tercecer.

Serangga berukuran kecil tersebut ternyata memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mendeteksi keberadaan makanan di lingkungan sekitarnya.

Kemampuan tersebut membuat semut dapat menemukan sumber makanan dan mengarahkan semut lain menuju lokasi yang sama.

Bagaimana Semut Menemukan Makanan yang Tercecer?

Ilustrasi Bagaimana semut menemukan makanan?. Foto: Unsplash/Amit Talwar

Bagaimana semut menemukan makanan? Dikutip dari laman rri.co.id, semut memiliki indra penciuman yang sangat membantu ketika mencari makanan.

Reseptor bau yang terdapat pada antenanya memungkinkan semut mengenali aroma dari lingkungan sekitar. Ketika mencium aroma makanan, semut dapat bergerak menuju sumber bau tersebut.

Setelah menemukan makanan, semut pekerja akan kembali ke sarangnya sambil meninggalkan jejak feromon. Feromon merupakan zat kimia yang dapat dikenali oleh semut lain dari koloninya. Jejak ini menjadi petunjuk bagi semut lain untuk mengikuti jalur menuju sumber makanan.

Karena semakin banyak semut melewati jalur yang sama, jejak feromon menjadi semakin kuat dan membentuk rute yang dapat diikuti anggota koloni lainnya.

Semut juga dapat menyampaikan informasi mengenai lokasi tertentu melalui interaksi dengan semut lain. Salah satu caranya adalah tandem running, ketika seekor semut memimpin semut lainnya menuju lokasi yang dituju.

Semut yang mengikuti akan mempelajari jalur tersebut sehingga dapat mengenali rute ketika melakukan perjalanan berikutnya.

Selain penciuman, semut juga menggunakan penglihatan untuk membantu menentukan arah. Beberapa jenis semut dapat memanfaatkan cahaya dan petunjuk visual dari lingkungan sekitar untuk mengenali posisi serta menemukan jalan kembali ke sarang.

Kemampuan mengingat kondisi lingkungan juga membantu semut menemukan kembali lokasi yang pernah dikunjungi.

Aktivitas mencari makanan dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, termasuk suhu. Pada kondisi tertentu, semut lebih aktif mencari makanan pada waktu tertentu, seperti sore hingga malam hari.

Ketika menemukan makanan dalam jumlah besar atau berukuran sulit dibawa sendiri, semut dapat bekerja sama dengan anggota koloninya untuk mengangkut makanan tersebut menuju sarang.

Jenis makanan yang dicari juga bergantung pada spesies semut. Ada semut yang tertarik pada makanan manis, sementara jenis lainnya mencari serangga mati atau sumber makanan lain. Perbedaan tersebut membuat pola pencarian makanan setiap spesies tidak selalu sama.

Dengan kemampuan mencium aroma, meninggalkan jejak feromon, mengenali lingkungan, dan bekerja sama, semut dapat menemukan makanan secara efektif. Tidak mengherankan jika makanan yang dibiarkan terbuka sering kali segera dikerumuni semut meskipun sebelumnya tidak terlihat ada semut di sekitarnya.(Arif)

Baca juga: Apakah Semut Bisa Mengangkat Beban Lebih Berat dari Tubuhnya? Ini Faktanya