Bahasa Pasif adalah Apa? Ini Perbedaan Penting dengan Kalimat Aktif
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam praktik berbahasa, baik lisan maupun tulisan, setiap pilihan struktur kalimat membawa nuansa yang berbeda, sehingga pemahaman terhadap berbagai bentuk kalimat menjadi hal yang penting untuk dimiliki. Bahasa pasif adalah struktur kalimat yang subyeknya menerima tindakan.
Di tengah kebutuhan untuk menyampaikan informasi dengan jelas, terkadang kita dihadapkan pada pilihan antara menonjolkan pelaku atau justru menekankan objek dari suatu tindakan.
Bahasa Pasif adalah Struktur Kalimat yang Menerima Tindakan
Dikutip dari laman ugm.ac.id, mengungkapkan bahwa bahasa pasif adalah merujuk pada bentuk kalimat yang menempatkan objek sebagai fokus utama, dan penelitian ini mengkaji secara khusus bentuk serta fungsi kalimat pasif dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Pembahasan dilakukan dengan pendekatan kontrastif pada aspek sintaksis, sehingga perhatian diarahkan pada struktur kalimat, perubahan bentuk kata kerja, serta pola penggunaannya dalam kedua bahasa tersebut.
Dalam bahasa Inggris, ditemukan dua bentuk utama kalimat pasif, yaitu be + past participle dan get + past participle, meskipun bentuk kedua cenderung digunakan dalam konteks yang lebih informal.
Selain itu, terdapat perbedaan semantik dan leksikal antara kalimat aktif dan pasif, yang memengaruhi makna serta penggunaannya.
Dari segi fungsi, kalimat pasif dalam bahasa Inggris memiliki delapan jenis, namun penggunaannya relatif jarang dalam percakapan sehari-hari.
Sementara itu, bahasa Indonesia memiliki variasi bentuk pasif yang lebih beragam, seperti penggunaan imbuhan di-, ter-, ke-an, serta bentuk diri. Dari hasil penelitian, fungsi kalimat pasif dalam bahasa Indonesia terdiri atas tujuh jenis.
Perbandingan antara kedua bahasa menunjukkan adanya perbedaan dalam bentuk kalimat pasif, penyebutan agen, fungsi kalimat, bentuk agen, serta ketematisan dalam wacana.
Di samping itu, terdapat pula beberapa persamaan, seperti perubahan bentuk kata kerja, pelesapan agen, penggunaan dalam wacana, serta kesamaan bentuk agen.
Penelitian ini juga mengidentifikasi kesalahan yang sering muncul pada pembelajar dalam membentuk kalimat pasif bahasa Inggris, yang terbagi menjadi kesalahan penggunaan be dan kesalahan dalam bentuk kata kerja.(KIKI)
Baca juga: Makna Simbolik adalah Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya