Konten dari Pengguna

Bolehkah Membuang Minyak Goreng ke Wastafel? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Bolehkah membuang minyak goreng ke wastafel?. unsplash/winedharma
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Bolehkah membuang minyak goreng ke wastafel?. unsplash/winedharma

Bolehkah membuang minyak goreng ke wastafel? Setelah selesai memasak, minyak yang tersisa sering kali langsung berhadapan dengan pilihan untuk disimpan, dibuang, atau dibersihkan dari peralatan masak.

Menuangkannya ke tempat cuci piring mungkin terlihat sebagai cara paling sederhana, tetapi ada hal yang perlu diketahui sebelum mengambil keputusan tersebut.

Bolehkah Membuang Minyak Goreng ke Wastafel Saat Dicuci?

ilustrasi Bolehkah membuang minyak goreng ke wastafel?. unsplash/B Y G

Bolehkah membuang minyak goreng ke wastafel? Sebaiknya minyak goreng bekas tidak dibuang melalui saluran tersebut. Berdasarkan penjelasan rri.co.id, minyak dan lemak dapat menempel pada bagian dalam pipa, kemudian menumpuk bersama sisa makanan dan kotoran sehingga aliran air menjadi semakin sempit.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) juga menyarankan agar minyak dan lemak tidak dibuang ke saluran pembuangan.

Minyak goreng yang masih cair memang dapat mengalir ketika dituangkan ke wastafel. Namun, kondisi tersebut tidak berarti minyak akan terus mengalir hingga keluar dari sistem pembuangan.

Ketika suhu minyak turun, sebagian lemak dapat mengeras dan menempel pada dinding pipa. Lapisan tersebut kemudian dapat menangkap sisa makanan dan partikel lain yang ikut masuk ke saluran.

Jika penumpukan berlangsung terus-menerus, diameter pipa dapat menyempit hingga menyebabkan penyumbatan. Penggunaan air panas juga bukan solusi untuk membuang minyak ke wastafel.

Air panas mungkin membuat minyak tetap cair untuk sementara, tetapi minyak dapat kembali mendingin dan menempel di bagian pipa yang lebih jauh. Sabun pencuci piring juga tidak menjamin minyak hilang sepenuhnya dari sistem saluran.

Masalah akibat minyak jelantah tidak hanya terjadi di dalam pipa rumah. Penyumbatan pada jaringan saluran pembuangan dapat menyebabkan aliran air limbah terganggu dan berpotensi menimbulkan luapan.

Lemak, minyak, dan sisa makanan yang masuk ke sistem pembuangan juga dapat meningkatkan beban pengolahan air limbah. Jika masuk ke lingkungan melalui saluran yang tidak semestinya, limbah tersebut dapat mengganggu kualitas perairan dan ekosistem di sekitarnya.

Bolehkah membuang minyak goreng ke wastafel? Jawabannya sebaiknya tidak, meskipun minyak masih berbentuk cair dan terlihat mudah mengalir. Risiko penyumbatan tetap ada karena minyak dapat menempel dan terakumulasi di dalam saluran.

Minyak bekas sebaiknya didinginkan terlebih dahulu, kemudian dikumpulkan dalam wadah yang tertutup dan kokoh. Wadah tersebut dapat dibuang sesuai sistem pengelolaan sampah yang berlaku di daerah masing-masing.

Sebelum mencuci wajan atau peralatan masak, sisa minyak yang masih cukup banyak dapat diserap menggunakan tisu atau kertas bekas yang sesuai untuk dibuang. Sisa makanan juga sebaiknya dikeruk dan dibuang ke tempat sampah terlebih dahulu agar tidak ikut masuk ke saluran air.

Dengan kebiasaan tersebut, jumlah minyak dan lemak yang masuk ke sistem pembuangan dapat dikurangi. Saringan wastafel juga dapat digunakan untuk menangkap sisa makanan sebelum masuk ke pipa.

Bolehkah membuang minyak goreng ke wastafel? Sebaiknya hindari kebiasaan tersebut karena minyak dapat menumpuk di dalam pipa dan menyebabkan penyumbatan.

Dinginkan minyak, simpan dalam wadah yang tertutup, lalu buang atau salurkan ke fasilitas pengelolaan minyak jelantah sesuai ketentuan setempat. (Rahma)

Baca juga: Apakah Boleh Duduk di Food Court Tanpa Membeli Makanan? Ini Penjelasannya