Konten dari Pengguna

Budaya Indonesia yang Mirip Negara Lain, Ada yang Serupa tetapi Tetap Berbeda

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Budaya Indonesia yang Mirip Negara Lain, Foto:Unsplash/Kateryna Hliznitsova
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Budaya Indonesia yang Mirip Negara Lain, Foto:Unsplash/Kateryna Hliznitsova

Budaya Indonesia yang mirip negara lain menunjukkan betapa dinamisnya perjalanan kebudayaan di Nusantara.

Indonesia berada di kawasan yang sejak dahulu menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat.

Hubungan perdagangan, perpindahan penduduk, perjalanan antardaerah, serta interaksi dengan bangsa-bangsa lain turut menciptakan pertukaran gagasan dan kebiasaan.

Budaya Indonesia yang Mirip Negara Lain, Jejak Kemiripan dalam Keberagaman Budaya

Ilustrasi Budaya Indonesia yang Mirip Negara Lain, Foto:Unsplash/Trang Nguyen

Budaya Indonesia yang mirip negara lain dapat ditemukan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang berkembang di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan informasi dari itjen.kemendikdasmen.go.id, Indonesia, Malaysia, dan Singapura merupakan tiga negara yang memiliki kebudayaan bersama atau shared culture yang kaya dan beragam.

Meskipun setiap negara mempunyai keunikan serta karakter budaya masing-masing, terdapat pula sejumlah tradisi dan nilai yang memiliki kemiripan.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari letak geografis yang berdekatan serta hubungan antarmasyarakat yang telah berlangsung sejak masa lampau.

Kesamaan etnis Melayu yang mendiami sebagian besar wilayah ketiga negara juga menjadi salah satu latar belakang munculnya berbagai kemiripan budaya.

Perbedaan maupun persamaan budaya antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura terkadang menimbulkan perdebatan mengenai asal-usul suatu kebudayaan.

Namun, kemiripan tersebut dapat dipahami melalui perjalanan sejarah yang memperlihatkan adanya hubungan erat di antara wilayah-wilayah tersebut.

Interaksi masyarakat, perpindahan penduduk, serta kegiatan perdagangan memungkinkan berbagai tradisi dan kebiasaan berkembang melampaui batas wilayah yang ada saat ini.

Hubungan ketiga wilayah tersebut bahkan telah berlangsung sejak masa kerajaan bercorak Hindu-Buddha.

Wilayah kekuasaan Kerajaan Melayu dan Kerajaan Sriwijaya pada masa itu sangat luas, bahkan mencakup bagian utara Malaysia dan Pulau Sumatera di Indonesia.

Sejarah juga mencatat kisah Sang Nila Utama, pangeran dari Palembang dan Kerajaan Sriwijaya, yang menemukan Singapura.

Selain itu, Parameswara, pangeran lain dari Palembang, menjadi raja terakhir Singapura sebelum terusir akibat serangan Majapahit.

Setelah itu, Parameswara mendirikan Melaka yang kini menjadi bagian dari Malaysia. Hubungan sejarah tersebut memperlihatkan bahwa interaksi antara wilayah yang sekarang menjadi Indonesia, Malaysia, dan Singapura telah berlangsung jauh sebelum terbentuknya negara-negara modern.

Keterkaitan budaya juga semakin berkembang melalui aktivitas perdagangan dan pelayaran. Pedagang serta pelaut dari Makassar dikenal melakukan perjalanan hingga Singapura dan kemudian berkaitan dengan asal-usul Bugis Street.

Di samping itu, masyarakat keturunan Jawa dan Minang juga bermigrasi serta menetap di Malaysia dan Singapura.

Berbagai perjalanan sejarah, perpindahan penduduk, dan hubungan antarmasyarakat tersebut menjadi bagian dari terbentuknya kebudayaan yang memiliki sejumlah kesamaan di ketiga negara. (DANI)

Baca juga: Filosofi Kain Gringsing Khas Bali dan Perannya dalam Upacara Adat