Konten dari Pengguna

Bunyi Bacaan Isti'adzah sebelum Membaca Al-Qur'an yang Perlu Diketahui

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bunyi bacaan isti'adzah sebelum membaca alquran Al-Qur'an. Foto: Unsplash.com/Masjid MABA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bunyi bacaan isti'adzah sebelum membaca alquran Al-Qur'an. Foto: Unsplash.com/Masjid MABA

Sebelum membaca Al-Qur'an sebaiknya diawali dengan bacaan isti'adzah yang berbunyi bagaimana? Pertanyaan tersebut berkaitan dengan adab yang dilakukan sebelum mulai melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an.

Persiapan sebelum membaca Al-Qur'an dapat dilakukan dengan menata niat dan menjaga sikap agar kegiatan membaca berlangsung dengan penuh penghormatan.

Memaknai Bunyi Bacaan Isti'adzah Sebelum Membaca Al-Qur'an

Ilustrasi bunyi bacaan isti'adzah sebelum membaca alquran Al-Qur'an. Foto: Unsplash.com/Defrino Maasy

Sebelum membaca Al-Qur'an sebaiknya diawali dengan bacaan isti'adzah yang berbunyi أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ atau A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.

Dikutip dari quranica.com, bacaan tersebut memiliki arti, “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” Isti'adzah dibaca sebagai permohonan perlindungan kepada Allah sebelum memulai tilawah.

Anjuran membaca isti'adzah sebelum membaca Al-Qur'an disebutkan dalam Surah An-Nahl ayat 98. Ayat tersebut memerintahkan ketika hendak membaca Al-Qur'an untuk memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Dengan membaca isti'adzah, seorang Muslim memohon agar proses membaca Al-Qur'an dijauhkan dari gangguan yang dapat mengalihkan konsentrasi dan mengurangi kekhusyukan.

Bacaan isti'adzah biasanya dilafalkan satu kali sebelum memulai rangkaian tilawah.

Setelah itu, bacaan dapat dilanjutkan dengan basmalah, yaitu بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ atau Bismillahirrahmanirrahim. Artinya adalah “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

Basmalah dibaca ketika memulai surah, kecuali Surah At-Taubah. Sementara itu, isti'adzah memiliki fungsi sebagai permohonan perlindungan sebelum membaca Al-Qur'an.

Keduanya memiliki posisi yang berbeda, tetapi dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum memulai tilawah.

Selain bacaan tersebut, niat juga dapat diperhatikan sebelum membaca Al-Qur'an. Niat tidak harus berupa kalimat khusus yang panjang karena dapat hadir dalam hati sebagai tujuan untuk beribadah, mencari petunjuk, memperdalam pemahaman terhadap ayat, atau mendekatkan diri kepada Allah.

Persiapan secara fisik juga termasuk adab membaca Al-Qur'an. Ketika membaca dari mushaf secara langsung, wudu menjadi hal yang perlu diperhatikan karena menyentuh mushaf memiliki ketentuan tersendiri dalam fikih.

Sementara itu, membaca Al-Qur'an melalui hafalan atau perangkat digital memiliki ketentuan yang berbeda mengenai kewajiban wudu.

Membaca Al-Qur'an dengan keadaan bersih tetap dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kitab suci.

Lingkungan yang tenang juga dapat membantu menjaga konsentrasi, terutama ketika tujuan membaca bukan hanya menyelesaikan bacaan, tetapi juga merenungkan makna ayat yang dilafalkan.

Isti'adzah juga tidak perlu diganti dengan doa panjang tertentu untuk memenuhi adab awal membaca Al-Qur'an.

Bacaan A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim merupakan lafaz yang dikenal untuk memohon perlindungan sebelum tilawah, kemudian bacaan dapat diteruskan dengan basmalah sesuai awal surah yang dibaca.

Dengan demikian, bunyi bacaan isti'adzah sebelum membaca alquran Al-Qur'an adalah A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim. Setelahnya, membaca basmalah dan menata niat dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum melanjutkan tilawah. (Shofia)

Baca Juga: Waktu Sholat Dzuhur di Hari Jumat untuk Wanita, Umat Islam Wajib Tahu