Konten dari Pengguna

Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu dengan Mudah dan Akurat

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu, Unsplash/Jingming Pan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu, Unsplash/Jingming Pan

Cara membedakan emas asli dan palsu penting diketahui sebelum membeli atau menjual perhiasan maupun logam mulia.

Dengan memahami ciri-ciri emas asli, seperti warna, berat, tutup kadar, hingga respons terhadap magnet, risiko tertipu produk palsu dapat diminimalkan.

Untuk memastikan keasliannya, simak panduan praktis berikut dalam mengenali perbedaan antara emas asli dan emas palsu.

Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu dari Ciri Khasnya

Ilustrasi Cara Memebdakan Emas Asli dan Palsu, Unsplash/Zlaťáky.cz

Cara membedakan emas asli dan palsu dapat dilakukan dengan mengenali sejumlah ciri khas yang dimiliki emas berkualitas.

Pengetahuan ini penting agar tidak salah memilih dan terhindar dari kerugian saat bertransaksi emas.

Cara paling praktis untuk membedakan emas asli dan palsu adalah dengan melakukan beberapa pemeriksaan sederhana, seperti uji magnet, mengecek cap kadar emas, memperhatikan warna dan kilau, serta melakukan uji gores atau dentuman.

Mengutip dari situs labkombis.politala.ac.id, berikut adalah cara membedakan emas asli dan palsu dengan mudah dan akurat.

1. Uji Magnet (Cara Paling Mudah)

Salah satu cara paling sederhana untuk mengecek keaslian emas adalah menggunakan magnet. Emas asli bersifat nonmagnetis sehingga tidak akan tertarik saat didekatkan ke magnet.

Sebaliknya, emas palsu yang mengandung logam lain seperti besi atau nikel biasanya akan tertarik atau menempel pada magnet.

2. Periksa Cap atau Kadar Emas

Emas asli umumnya memiliki cap atau tanda kadar yang jelas, seperti 24K, 22K, 18K, atau angka 999 dan 750. Tanda tersebut menunjukkan tingkat kemurnian emas.

Jika tidak terdapat cap sama sekali atau tulisan pada cap terlihat samar dan mudah terhapus, ada kemungkinan emas tersebut bukan emas asli.

3. Perhatikan Warna dan Kilau Emas

Emas asli memiliki warna kuning yang khas, merata, dan konsisten di seluruh permukaannya. Kilau yang dihasilkan juga terlihat alami dan tidak berlebihan.

Selain itu, warna emas asli tidak mudah berubah meskipun sering terkena air atau sabun. Sebaliknya, emas palsu biasanya memiliki warna yang tidak merata, terlalu mengilap, atau justru tampak pucat. Seiring waktu, warnanya juga dapat memudar atau bahkan berkarat.

4. Uji Goresan pada Keramik atau Kertas

Cara berikutnya adalah menggoreskan emas pada permukaan keramik tanpa lapisan atau kertas tertentu.

Emas asli umumnya tidak meninggalkan bekas goresan berwarna hitam. Jika muncul garis atau bekas hitam setelah digoreskan, kemungkinan besar emas tersebut mengandung campuran logam lain atau merupakan emas palsu.

5. Uji dengan Menggosok Telapak Tangan

Cobalah menggosok permukaan emas menggunakan telapak tangan atau jari selama beberapa saat.

Pada emas asli, warna akan tetap seragam dan tidak mengalami perubahan. Sementara itu, emas palsu sering kali menunjukkan tanda-tanda warna yang memudar atau terlihat tidak merata setelah digosok.

6. Uji Gigitan

Karena emas murni memiliki sifat yang relatif lunak, emas asli dapat meninggalkan sedikit bekas saat digigit dengan tekanan tertentu.

Sebaliknya, emas palsu yang terbuat dari logam lebih keras biasanya tidak menunjukkan bekas gigitan. Namun, metode ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak perhiasan.

7. Uji Dentuman atau Suara

Emas juga dapat dikenali dari suara yang dihasilkannya saat dijatuhkan pada permukaan keras.

Emas asli biasanya mengeluarkan suara nyaring yang terdengar lebih panjang. Sementara itu, emas palsu cenderung menghasilkan suara yang lebih pendek, kurang jelas, dan cepat menghilang.

8. Uji Air Berdasarkan Kepadatan

Masukkan emas ke dalam wadah berisi air dan perhatikan reaksinya. Emas asli memiliki kepadatan yang tinggi sehingga akan langsung tenggelam ke dasar wadah.

Sebaliknya, emas palsu yang memiliki rongga udara atau terbuat dari material yang lebih ringan dapat mengapung atau tenggelam lebih lambat.

9. Uji Asam Nitrat (Paling Akurat)

Uji asam nitrat sering digunakan untuk memastikan keaslian emas secara lebih akurat. Caranya adalah dengan meneteskan sedikit asam nitrat pada permukaan emas dan mengamati perubahan yang terjadi.

Jika tidak ada perubahan warna, kemungkinan besar emas tersebut asli. Warna putih susu menandakan perak yang dilapisi emas, warna hijau menunjukkan adanya kandungan besi, sedangkan warna kuning biasanya menandakan campuran kuningan.

Karena menggunakan bahan kimia, pengujian ini sebaiknya dilakukan oleh orang yang berpengalaman.

Cara membedakan emas asli dan palsu dapat dilakukan dengan beberapa metode sederhana, mulai dari memeriksa tutup kadar emas hingga melakukan uji magnet.

Dengan mengetahui ciri-ciri dan karakteristik emas asli, risiko tertipu saat membeli atau menjual emas dapat diminimalkan. (Rizki)

Baca Juga : Cara Mengubah Background Zoom Terbaru 2026