Konten dari Pengguna

Cara Membuat Abstrak yang Tepat, Mahasiswa Wajib Tahu

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Membuat Abstrak, Foto: Unsplash/Scott Graham
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Membuat Abstrak, Foto: Unsplash/Scott Graham

Mengetahui cara membuat abstrak dengan tepat menjadi hal penting dalam penyusunan karya ilmiah karena abstrak berperan sebagai gambaran singkat mengenai isi penelitian.

Penyusunan abstrak yang baik perlu memperhatikan struktur, kejelasan informasi, serta penyampaian tujuan, metode ilmiah, dan hasil penelitian secara ringkas agar mudah dipahami oleh pembaca.

Pemahaman mengenai cara membuat abstrak membantu penulis menyusun ringkasan penelitian secara sistematis tanpa menghilangkan informasi utama.

Cara Membuat Abstrak bagi Mahasiswa

Ilustrasi Cara Membuat Abstrak, Foto: Unsplash/Annie Spratt

Dikutip dari Cara Menulis Abstrak Karya Ilmiah Antirevisi, oleh Universitas Prasetiya Mulya, dalam situs prasetiyamulya.ac.id, inilah cara membuat abstrak dengan tepat.

1. Penulisan Abstrak Dilakukan pada Tahap Akhir Karya Ilmiah

Penyusunan abstrak sebaiknya dilakukan setelah seluruh bagian karya ilmiah selesai dibuat.

Abstrak tidak disusun bersamaan dengan proses penulisan isi penelitian karena bagian ini berperan sebagai gambaran singkat yang merangkum keseluruhan hasil penelitian.

Abstrak yang berkualitas harus mampu menggambarkan inti pembahasan berdasarkan informasi, data, serta temuan yang terdapat dalam karya ilmiah.

Penulisan abstrak sebelum penelitian selesai berisiko menyebabkan isi ringkasan tidak sesuai dengan hasil akhir atau mencantumkan informasi yang belum memiliki kepastian.

Oleh karena itu, abstrak perlu dibuat pada tahap terakhir agar seluruh poin penting dalam penelitian dapat tersampaikan secara tepat dan sesuai fakta.

2. Melakukan Pemeriksaan Ketentuan

Tahap awal sebelum menyusun abstrak adalah memahami terlebih dahulu pedoman atau persyaratan yang telah ditentukan oleh lembaga, institusi, maupun penerbit karya ilmiah.

Setiap tempat publikasi memiliki ketentuan tersendiri yang perlu diperhatikan agar abstrak yang dibuat sesuai dengan standar yang berlaku.

Penyusunan abstrak perlu mengikuti seluruh arahan yang telah ditetapkan oleh pihak terkait.

Perhatian terhadap detail teknis menjadi bagian penting agar abstrak tidak hanya memuat informasi penelitian secara jelas, tetapi juga memenuhi format yang dipersyaratkan.

Standar penulisan dapat berbeda antara satu jurnal atau institusi dengan lainnya, sehingga pemeriksaan pedoman sebelum menulis menjadi langkah yang perlu dilakukan.

3. Menyesuaikan dengan Target Pembaca

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan abstrak adalah memahami karakteristik pembaca yang menjadi sasaran dari artikel atau karya ilmiah tersebut.

Pemilihan gaya bahasa dan penyampaian informasi perlu disesuaikan agar isi abstrak dapat diterima dengan baik oleh pembaca.

Abstrak yang berkualitas tidak hanya memuat unsur akademik, tetapi juga menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.

Penyajian informasi secara ringkas dan terstruktur akan membantu pembaca memperoleh gambaran utama mengenai topik, tujuan, serta permasalahan yang dibahas sejak pertama kali membaca abstrak.

Abstrak perlu disusun secara ringkas namun tetap mampu merepresentasikan keseluruhan isi artikel, mulai dari tujuan, metode penelitian, hingga hasil pembahasan utama.

Penyampaian latar belakang penelitian sebaiknya tidak dijelaskan secara panjang karena abstrak bukan bagian yang digunakan untuk menguraikan permasalahan secara mendalam, melainkan memberikan gambaran umum mengenai isi penelitian.

Demikianlah cara membuat abstrak dengan tepat. Abstrak yang tersusun dengan baik mampu memberikan gambaran awal kepada pembaca mengenai fokus penelitian, pendekatan yang digunakan, serta hasil yang diperoleh dalam sebuah karya ilmiah. (IF)

Baca juga: Metode Penelitian Sosial dalam Ilmu Pengetahuan, Ini Fungsi dan Contohnya