Konten dari Pengguna

Cara Mendeskripsikan Diri Sendiri untuk CV dan Interview

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara mendeskripsikan diri sendiri . Foto: Unsplash/João Ferrão
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara mendeskripsikan diri sendiri . Foto: Unsplash/João Ferrão

Cara mendeskripsikan diri sendiri untuk CV dan interview menjadi hal yang penting untuk dipahami karena bagian ini membantu perekrut mengenali kemampuan, pengalaman, serta karakter yang dimiliki oleh seorang pelamar.

Deskripsi diri bukan sekadar pelengkap dalam CV, melainkan gambaran singkat yang memperlihatkan kualitas dan potensi secara ringkas.

Melalui penjelasan yang tersusun dengan baik, perekrut dapat memperoleh kesan awal mengenai latar belakang maupun kompetensi yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Contoh Cara Mendeskripsikan Diri Sendiri untuk Kebutuhan Kerja

Ilustrasi cara mendeskripsikan diri sendiri, foto:Aleksander Vlad

Cara mendeskripsikan diri sendiri diawali dengan menyampaikan informasi yang mampu menjelaskan identitas dan kemampuan secara jelas.

Mengutip dari laman digitalculturenetwork.org.uk, konsep self-describing mengacu pada penyajian informasi yang dapat menjelaskan dirinya sendiri sehingga isi atau maksudnya dapat dipahami tanpa memerlukan penjelasan tambahan.

Prinsip tersebut juga dapat diterapkan saat menyusun deskripsi diri dalam CV maupun ketika memperkenalkan diri saat interview. Informasi yang disampaikan sebaiknya memuat kemampuan, pengalaman, karakter, serta nilai yang dapat diberikan kepada perusahaan dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan relevan.

Selain itu, deskripsi diri akan terasa lebih kuat apabila didukung oleh pengalaman atau pencapaian yang benar-benar pernah diraih. Dengan demikian, perekrut tidak hanya membaca pernyataan umum, tetapi juga memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kemampuan yang dimiliki.

Penyampaian yang jujur, spesifik, dan sesuai dengan posisi yang dilamar akan membantu membangun kesan profesional sejak awal proses rekrutmen.

Supaya deskripsi diri lebih menarik, kemampuan yang ditampilkan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. Keahlian utama, pengalaman kerja, pengalaman organisasi, maupun pencapaian yang berkaitan dengan posisi yang dilamar dapat disampaikan secara ringkas tanpa menggunakan kalimat yang berlebihan.

Hindari klaim yang tidak didukung oleh pengalaman nyata karena hal tersebut dapat mengurangi nilai dari deskripsi yang dibuat. Saat mengikuti interview, penyampaian deskripsi diri juga perlu dilakukan dengan tenang, menggunakan bahasa yang sopan, serta memberikan contoh yang sesuai ketika menjelaskan pengalaman maupun kemampuan.

Penyampaian yang runtut dan mudah dipahami akan membantu perekrut mengenali potensi yang dimiliki sehingga proses penilaian dapat berlangsung dengan lebih baik dan peluang untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya menjadi semakin terbuka. (Arif)

Baca juga: Cara Buat Surat Lamaran Kerja yang Baik, Auto Dilirik HRD!