Konten dari Pengguna

Cara Menggunakan Mendeley yang Benar untuk Para Mahasiswa

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menggunakan Mendeley, Foto: Unsplash/Eugenia Ai
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menggunakan Mendeley, Foto: Unsplash/Eugenia Ai

Memahami tata cara menggunakan Mendeley yang benar sangat penting bagi mahasiswa maupun peneliti agar proses pengelolaan referensi dan penyusunan sitasi dapat dilakukan secara lebih rapi, efektif, dan sesuai kaidah penulisan ilmiah.

Selain mempermudah penyimpanan dan pengaturan sumber referensi, penggunaan Mendeley juga membantu pengguna dalam membuat kutipan serta daftar pustaka secara otomatis sesuai gaya sitasi yang dibutuhkan.

Menggunakan Mendeley yang benar, akan meminimalkan risiko kesalahan penulisan referensi sehingga kualitas karya ilmiah menjadi lebih baik dan terstruktur.

Cara Menggunakan Mendeley untuk Daftar Pustaka

Ilustrasi Cara Menggunakan Mendeley, Foto: Unsplash/Michał Parzuchowski

Dikutip dari Fungsi Mendeley dan Cara Penggunaannya, oleh UNESA (2024), dalam situs pgsd.fip.unesa.ac.id, berikut adalah cara menggunakan mendeley:

1. Mengunduh dan Membuat Akun Mendeley

Langkah pertama, nuka situs resmi [Mendeley](https://www.mendeley.com?utm_source=chatgpt.com) kemudian unduh aplikasi Mendeley Desktop atau Mendeley Reference Manager sesuai kebutuhan.

Setelah proses instalasi selesai, lakukan pendaftaran akun menggunakan alamat email aktif atau melalui akun Google agar dapat mengakses seluruh fitur Mendeley.

2. Menambahkan Referensi ke Library Mendeley

Sesudah berhasil masuk ke aplikasi, buka Mendeley lalu pilih menu “Add New” untuk memasukkan referensi ke dalam perpustakaan.

Referensi dapat ditambahkan secara manual, melalui file PDF, maupun dengan mengimpor data dari berbagai database akademik seperti Google Scholar atau PubMed.

Apabila menggunakan file PDF, sistem Mendeley biasanya akan mendeteksi dan mengambil informasi bibliografi secara otomatis, seperti nama penulis, judul artikel, serta tahun publikasi.

3. Mengelola Referensi

Mendeley menyediakan fitur untuk menyusun referensi secara lebih teratur, seperti mengelompokkannya ke dalam folder maupun memberi label sesuai tema tertentu.

Selain itu, pengguna juga dapat menambahkan catatan dan anotasi pada setiap sumber referensi sehingga memudahkan proses penulisan karya ilmiah maupun analisis data.

4. Menambahkan Sitasi pada Dokumen

Mendeley dapat dihubungkan dengan perangkat lunak pengolah kata, seperti Microsoft Word dan LibreOffice. Setelah dokumen disiapkan, pengguna dapat memanfaatkan fitur “Cite” untuk memasukkan sitasi secara otomatis.

Referensi yang dipilih akan langsung ditampilkan dalam bentuk kutipan sesuai gaya penulisan yang sebelumnya telah ditentukan.

5. Menyusun Daftar Referensi

Sesudah kutipan dimasukkan ke dalam dokumen, daftar pustaka dapat dibuat secara otomatis pada bagian akhir tulisan.

Pengguna hanya perlu memilih fitur “Insert Bibliography”, kemudian Mendeley akan menampilkan seluruh sumber yang telah digunakan sesuai format sitasi yang dipilih.

6. Berkolaborasi dengan Tim

Mendeley menyediakan fasilitas grup yang memungkinkan pengguna berbagi referensi maupun artikel dengan anggota penelitian lainnya. Grup tersebut dapat diatur menjadi privat ataupun terbuka sesuai kebutuhan kerja sama.

7. Menemukan Artikel Terkait

Fitur “Mendeley Suggest” dapat dimanfaatkan untuk memperoleh rekomendasi artikel yang sesuai dengan tema penelitian. Selain itu, pengguna juga dapat melihat dan mengakses berbagai artikel yang dibagikan oleh anggota lain dalam grup yang diikuti.

Itulah cara menggunakan mendeley. Penguasaan aplikasi Mendeley menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung kegiatan akademik dan penelitian. (IF)

Baca juga: Cara Merapikan Daftar Pustaka Secara Otomatis dengan Mudah