Cara Menghitung CC Motor dengan Rumus Sederhana dan Praktis
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung CC motor dengan rumus sederhana dapat dipahami dengan mudah oleh pemula maupun pengendara yang ingin mengenal spesifikasi kendaraan lebih dalam. CC motor merupakan ukuran kapasitas volume silinder mesin yang dinyatakan dalam centimeter kubik.
Semakin besar angka CC pada motor, biasanya semakin besar pula tenaga yang dihasilkan mesin tersebut. Banyak orang mengira menghitung CC motor sangat rumit, padahal sebenarnya hanya membutuhkan rumus dasar dan beberapa data seperti diameter piston serta langkah piston.
Dengan memahami cara perhitungannya, pengguna motor dapat mengetahui kapasitas mesin secara lebih jelas, terutama saat melakukan modifikasi atau membandingkan performa kendaraan dengan motor lainnya.
Cara Menghitung CC Motor
Mengutip dari laman www.suzuki.co.id, cara menghitung CC motor sebenarnya cukup sederhana karena menggunakan rumus volume tabung. Rumus yang biasa digunakan yaitu:
CC = 0,785 x (Diameter Piston x Diameter Piston) x Panjang Langkah Piston
Keterangan dari rumus tersebut adalah D sebagai diameter piston dan L sebagai langkah piston. Diameter piston biasanya diukur dalam milimeter, begitu juga langkah piston.
Angka 0,785 berasal dari hasil perhitungan konstanta lingkaran yang digunakan dalam rumus volume silinder. Misalnya sebuah motor memiliki diameter piston 57 mm dan langkah piston 58 mm, maka perhitungannya dilakukan dengan mengalikan 0,785 x 57 x 57 x 58. Hasil akhirnya sekitar 148 cc.
Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa motor tersebut termasuk dalam kategori motor 150 cc. Jika motor memiliki lebih dari satu silinder, maka hasil perhitungan satu silinder tinggal dikalikan jumlah silindernya.
Contohnya motor dua silinder dengan kapasitas masing-masing 150 cc berarti total kapasitas mesinnya sekitar 300 cc. Perhitungan ini sering digunakan oleh mekanik maupun pecinta otomotif untuk mengetahui perubahan kapasitas mesin setelah melakukan bore up atau penggantian piston.
Selain itu, memahami cara menghitung CC motor juga membantu pengguna saat ingin membeli kendaraan karena dapat menjadi gambaran tentang tenaga dan konsumsi bahan bakar motor tersebut.
Motor dengan CC besar biasanya memiliki akselerasi lebih kuat, tetapi konsumsi bahan bakarnya juga cenderung lebih banyak dibanding motor berkapasitas kecil. Oleh sebab itu, mengetahui rumus sederhana menghitung CC motor bisa menjadi pengetahuan penting bagi pengendara.
Memahami cara menghitung CC motor dengan rumus sederhana dapat membantu pengguna mengenali kapasitas mesin kendaraan secara lebih mudah.
Dengan mengetahui diameter dan langkah piston, perhitungan CC motor bisa dilakukan sendiri tanpa alat yang rumit sehingga lebih praktis dan bermanfaat untuk menambah wawasan otomotif. (Arif)
Baca juga: Motor Vespa Klasik Berapa CC? Ini Penjelasannya