Cara Menghitung Peluang Kejadian Majemuk dan Tunggal
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung peluang kejadian majemuk dan tunggal merupakan salah satu materi Matematika yang penting dipahami oleh siswa. Materi ini sering muncul dalam pelajaran matematika SMP hingga SMA karena berkaitan dengan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep peluang dapat diterapkan saat melempar dadu, memilih kartu, melakukan undian, hingga memprediksi hasil suatu kejadian sederhana.
Dengan memahami peluang, siswa dapat melatih kemampuan berpikir logis dan analitis ketika menentukan kemungkinan suatu peristiwa terjadi berdasarkan ruang sampel yang tersedia.
Cara Menghitung Peluang dengan Rumus Dasar
Cara menghitung peluang kejadian majemuk dan tunggal dapat dilakukan dengan memahami rumus dasar peluang terlebih dahulu.
Mengutip dari laman daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id, peluang adalah nilai yang menunjukkan kemungkinan suatu kejadian terjadi dengan rentang nilai antara 0 sampai 1. Rumus dasar peluang yaitu P(A) = n(A) / n(S), di mana P(A) merupakan peluang kejadian, n(A) adalah jumlah kejadian yang diinginkan, dan n(S) adalah jumlah seluruh ruang sampel.
Peluang kejadian tunggal adalah peluang yang hanya melibatkan satu kejadian dalam satu percobaan. Contohnya, sebuah dadu dilempar satu kali dan dicari peluang muncul angka 5.
Karena jumlah sisi dadu ada 6 dan hanya terdapat satu angka 5, maka peluangnya adalah 1/6. Contoh lain, jika sebuah koin dilempar, peluang muncul sisi gambar adalah 1/2 karena terdapat dua kemungkinan hasil, yaitu gambar dan angka.
Sementara itu, peluang kejadian majemuk adalah peluang yang melibatkan dua atau lebih kejadian sekaligus. Pada kejadian majemuk terdapat beberapa jenis, seperti kejadian saling bebas dan kejadian tidak saling bebas.
Untuk kejadian saling bebas, rumus yang digunakan adalah P(A dan B) = P(A) × P(B). Misalnya, sebuah koin dan dadu dilempar secara bersamaan. Peluang muncul sisi gambar pada koin adalah 1/2 dan peluang muncul angka genap pada dadu adalah 3/6 atau 1/2. Maka peluang kedua kejadian terjadi secara bersamaan adalah 1/2 × 1/2 = 1/4.
Selain itu, terdapat pula peluang gabungan kejadian yang menggunakan rumus P(A atau B) = P(A) + P(B) − P(A dan B). Rumus ini digunakan untuk menghitung kemungkinan munculnya salah satu dari dua kejadian yang dapat terjadi bersamaan.
Dengan belajar secara rutin dan memahami contoh soal, materi peluang akan menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam berbagai soal matematika.(Arif)
Baca juga: Cara Menghitung KPK dan FPB dalam Mapel Matematika