Konten dari Pengguna

Cara Mengirim Surat Al Fatihah untuk Orang yang Sudah Meninggal

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara mengirim surat Al Fatiha. Foto: Unsplash/Matt Botsford
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara mengirim surat Al Fatiha. Foto: Unsplash/Matt Botsford

Cara mengirim surat Al Fatihah untuk orang yang sudah meninggal merupakan amalan yang sering dilakukan oleh umat Islam sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada orang tua, keluarga, maupun kerabat yang telah wafat.

Bacaan Surat Al Fatihah biasanya dipanjatkan setelah salat, saat berziarah ke makam, atau dalam rangkaian doa bersama dengan harapan Allah Swt memberikan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik bagi almarhum.

Cara Mengirim Surat Al Fatihah untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Ilustrasi Cara mengirim surat Al Fatiha. Foto: Unsplash/Ryan Stone

Cara Mengirim Surat Al Fatiha untuk Orang yang Sudah Meninggal dilakukan dengan membaca Surat Al Fatihah disertai niat mendoakan orang yang telah berpulang.

Mengutip laman bim.umsu.ac.id, menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur'an kepada mayit memang memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Meski demikian, mendoakan orang yang telah meninggal tetap menjadi amalan yang dianjurkan dalam Islam.

Berikut adalah cara mengirim Surat Al Fatihah untuk orang yang sudah meninggal.

1. Membaca Niat dan Menyebut Nama Orang yang Didoakan

Langkah pertama adalah mengucapkan niat untuk mengkhususkan pahala bacaan kepada orang yang telah meninggal. Niat tersebut dapat diucapkan secara lisan ataupun di dalam hati.

  • Untuk ayah: Khushuushon ilaa ruuhi [Nama Ayah] bin [Nama Kakek].

  • Untuk ibu: Khushuushon ilaa ruuhi [Nama Ibu] binti [Nama Kakek atau Ayah Ibu].

  • Untuk kakek: Ila ruhi jaddi [Nama Kakek] bin [Nama Ayah Kakek].

  • Untuk nenek: Ila ruhi jaddati [Nama Nenek] binti [Nama Ayah Nenek].

  • Untuk kaum muslimin atau orang tertentu: Ila arwahi jami'il muslimin wal muslimat, atau ila ruhi kemudian menyebutkan nama orang yang didoakan.

2. Membaca Surat Al Fatihah

Setelah niat diucapkan, bacalah Surat Al Fatihah sebanyak satu kali dengan penuh kekhusyukan. Bacaan ini menjadi bagian dari doa yang dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal sesuai dengan niat yang telah disebutkan sebelumnya.

3. Membaca Doa Penutup

Usai membaca Surat Al Fatihah, lanjutkan dengan memanjatkan doa untuk memohon ampunan kepada Allah Swt bagi almarhum. Doa yang dapat dibaca yaitu:

Allahummaghfir lahu (atau lahaa untuk perempuan) warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu.

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, berikan keselamatan kepadanya, dan maafkanlah segala dosanya."

Dengan rangkaian tersebut, doa untuk orang yang telah meninggal dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar Allah Swt memberikan ampunan, rahmat, dan kemuliaan kepada almarhum sesuai dengan kehendak-Nya.(Arif)

Baca juga: Bacaan Yasin dan Tahlil: Arab, Latin, dan Artinya