Cara Menjawab Adzan yang Perlu Diketahui Muslim
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menjawab adzan perlu diketahui seorang muslim agar tidak salah dalam mengamalkannya dan dapat mengikuti ajaran Rasulullah yang sudah dijelaskan dalam banyak hadis.
Dalam buku Fikih Ibadah, Hasan Ayyub, (2010:120), dijelaskan bahwa jumhur atau mayoritas ulama berpendapat menjawab azan hukumnya sunnah.
Tata Cara Menjawab Adzan yang Sesuai Ajaran Rasulullah
Cara menjawab adzan yang benar sudah dijelaskan dalam beberapa hadist nabi. Jadi bagi yang mendengar adzan sebaiknya segera menjawabnya.
Di bawah ini akan dijelaskan beberapa hadis yang menjelaskan bagaimana seharusnya menjawab azan yang benar sesuai ajaran Rasulullah:
1. Hadits ke Satu
Diriwayatkan dari Abdullah ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin itu mempunyai keutamaan dibanding kami."
Beliau bersabda, "Ucapkanlah seperti yang mereka ucapkan. Jika telah selesai, mohonlah (kepada Allah), niscaya permohonanmu akan dikabulkan." (HR. Abu Daud, Nasai, dan Ibnu Hibban)
2. Hadits ke 2
Diriwayatkan dari Abdullah ibnu Amr ibnu Ash, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
"Barang siapa mendengar seseorang mengumandangkan adzan maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan,
kemudian bacalah shalawat kepadaku, karena sesungguhnya barang siapa yang membaca satu shalawat kepadaku, Allah akan membacakan sepuluh shalawat kepadanya.
Kemudian mohonlah wasilah untukku pada hari kiamat, sebab wasilah itu adalah status kedudukan surga, ia tidak layak diterima kecuali oleh salah seorang dari hamba Allah, dan aku berharap bahwa akulah yang akan menerima wasilah itu,
barang siapa yang memohonkan wasilah untukku maka ia berhak mendapatkan syafa’at dariku." (HR. Muslim. Abu Daud dan Tirmidzi serta Nasai)
Dari dua hadist di atas dapat disimpulkan bahwa cara menjawab adzan sesuai tuntunan Rasulullah yakni mengikuti muadzin pada seluruh lafadz adzan.
Namun ada perkecualian pada kalimat hayya ‘alash sholaah dan hayya ‘alal falaah yang seharusnya diikuti dengan ucapan “Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah”.
Termasuk juga pada salat subuh, dalam lafadz “ash-sholaatu khoirum minan nauum” juga diikuti dengan kalimat yang sama.
Mengapa kalimat hayya ‘alash sholaah dan hayya ‘alal falaah dijawab berbeda ? Itu dikarenakan manusia tidak bisa melaksanakan salat tanpa kekuatan dan pertolongan dari Allah. (NOV)
Baca juga: Tata Cara Tayamum yang Benar, Umat Islam Wajib Tahu