Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal 3 Pengarang yang Benar
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menulis daftar pustaka dari jurnal 3 pengarang perlu memperhatikan urutan nama penulis, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, tahun terbit, serta halaman.
Daftar pustaka bukan sekadar pelengkap karya ilmiah, melainkan bagian penting untuk menunjukkan sumber yang digunakan dalam penyusunan tulisan. Penulisan yang rapi juga membantu pembaca menemukan kembali referensi yang dicantumkan.
Tips dan Trik Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal 3 Pengarang
Dikutip dari Buku Metodologi Penelitian Manajemen Disertai Contoh Judul Penelitian dan Proposal, AMIRRULLAH, (2022), inilah cara menulis daftar pustaka dari jurnal 3 pengarang yang benar.
Untuk jurnal yang memiliki tiga pengarang, nama ketiga penulis dicantumkan dalam daftar pustaka sesuai ketentuan gaya penulisan yang digunakan.
Dalam format daftar pustaka yang umum dipakai dalam karya ilmiah berbahasa Indonesia, nama pengarang pertama biasanya ditulis dengan mendahulukan nama belakang atau nama keluarga, kemudian diikuti nama depan.
Nama pengarang kedua dan ketiga dapat ditulis dengan susunan nama sebagaimana tercantum pada sumber. Setelah nama pengarang, unsur berikutnya adalah tahun terbit.
Selanjutnya dituliskan judul artikel jurnal, nama jurnal, volume dan nomor edisi, serta halaman artikel. Jika jurnal tersedia secara daring, informasi seperti DOI atau alamat laman dapat ditambahkan apabila pedoman penulisan yang digunakan mensyaratkannya.
Sebagai contoh, suatu jurnal ditulis oleh Budi Santoso, Rina Lestari, dan Ahmad Fauzi pada 2024 dengan judul artikel “Pengaruh Teknologi terhadap Pembelajaran”. Jika menggunakan pola daftar pustaka tersebut, penulisannya dapat dibuat seperti berikut:
Santoso, Budi, Rina Lestari, dan Ahmad Fauzi. 2024. “Pengaruh Teknologi terhadap Pembelajaran.” Jurnal Pendidikan, 12(2), 45–56.
Format tersebut merupakan contoh sederhana. Penulisan daftar pustaka dapat berbeda apabila menggunakan gaya tertentu seperti APA, MLA, Chicago, atau pedoman khusus dari perguruan tinggi.
Oleh karena itu, aturan yang tercantum dalam panduan penulisan institusi perlu diperiksa sebelum daftar pustaka disusun. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsistensi.
Setelah memilih satu gaya penulisan, seluruh sumber dalam daftar pustaka sebaiknya mengikuti aturan yang sama. Kesalahan kecil seperti urutan nama, tanda baca, tahun, atau penulisan judul dapat membuat format referensi terlihat tidak seragam.
Daftar pustaka juga sebaiknya disusun secara alfabetis berdasarkan nama pengarang pertama. Informasi bibliografis perlu dicocokkan kembali dengan jurnal asli agar tidak terdapat kekeliruan pada nama penulis maupun detail penerbitannya.
Demikianlah cara menulis daftar pustaka dari jurnal 3 pengarang secara lebih teratur. Hal ini dapat dilakukan dengan mencantumkan seluruh penulis dan unsur bibliografis secara konsisten sesuai gaya penulisan yang digunakan. (Dista)
Baca Juga: Artikel Ilmiah Populer: Pengertian dan Contoh Penulisan