Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal yang Benar dan Sesuai Kaidah
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara penulisan daftar pustaka dari jurnal penting dipahami agar karya ilmiah lebih kredibel dan terhindar dari plagiarisme. Penulisan daftar pustaka merupakan salah satu hal yang perlu dipahami dalam penyusunan karya ilmiah.
Daftar pustaka adalah bagian yang memuat seluruh sumber referensi yang digunakan dalam penulisan, baik berupa buku, jurnal, artikel, maupun sumber ilmiah lainnya.
Keberadaan daftar pustaka menunjukkan bahwa informasi yang digunakan dalam tulisan berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan diverifikasi. Umumnya, daftar pustaka ditempatkan pada bagian akhir karya ilmiah serta disusun secara alfabetis berdasarkan nama penulis.
Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal agar Terhindar dari Plagiarisme
Cara penulisan daftar pustaka dari jurnal dapat berbeda tergantung gaya sitasi yang digunakan. Meski demikian, informasi utama yang dicantumkan umumnya meliputi nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor edisi, serta halaman artikel.
Penulisan daftar pustaka tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap karya ilmiah. Bagian ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap penulis yang karyanya dijadikan rujukan sekaligus membantu menjaga integritas akademik.
Dengan mencantumkan sumber secara benar, penulis dapat menghindari tindakan plagiarisme dan memperkuat kualitas tulisan yang dibuat.
Berdasarkan informasi artikel teknokrat.ac.id, secara umum, penulisan daftar pustaka yang bersumber dari jurnal memuat beberapa unsur penting, yaitu nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume dan nomor jurnal, serta nomor halaman artikel.
Format dasarnya dapat ditulis sebagai berikut: Nama Penulis. Tahun Terbit. Judul Artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman. Sebagai contoh, Siregar, A. 2023. Pengaruh Literasi Digital terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(2), 45–56.
Meskipun format dasar tersebut banyak digunakan, dalam praktik akademik terdapat beberapa gaya sitasi yang memiliki aturan penulisan berbeda, seperti APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), dan Chicago Manual Style.
Gaya APA (American Psychological Association). Gaya APA banyak digunakan dalam bidang ilmu sosial, pendidikan, psikologi, dan teknik. Dalam format ini, tahun terbit ditempatkan setelah nama penulis.
Gaya MLA (Modern Language Association). Gaya MLA umumnya digunakan dalam bidang bahasa, sastra, humaniora, dan seni.
Chicago Manual Style (CMS). Gaya Chicago sering diterapkan dalam bidang sejarah dan ilmu humaniora.
Daftar pustaka membantu memperkuat argumen yang disampaikan dalam tulisan karena didukung oleh referensi ilmiah yang jelas. Bagian ini juga memudahkan proses revisi, pengecekan fakta, serta penelusuran sumber apabila diperlukan pada masa mendatang.
Pembaca yang ingin mempelajari topik lebih dalam juga dapat memanfaatkan daftar pustaka sebagai rujukan lanjutan. Oleh karena itu, ketelitian dalam menulis sumber menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam penyusunan karya ilmiah.
Cara penulisan daftar pustaka dari jurnal perlu dilakukan sesuai kaidah dan gaya sitasi yang digunakan.
Penulisan yang tepat tidak hanya meningkatkan kredibilitas karya ilmiah, tetapi juga membantu menghindari plagiarisme, menghormati karya penulis lain, serta memudahkan pembaca dalam menemukan sumber informasi yang digunakan dalam penelitian atau tulisan akademik. (Riski)
Baca juga: Cara Menentukan Ide Pokok Bacaan dengan Mudah