Charsiu adalah Apa? Kenali Istilah yang Sering Ditemukan pada Menu Makanan
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Charsiu adalah apa? Nama ini mungkin terdengar asing, tetapi hidangan tersebut memiliki kaitan erat dengan kuliner atau makanan Kanton yang berkembang di berbagai negara.
Potongan daging dengan warna kemerahan dan lapisan mengilap ini biasanya disajikan sebagai lauk, isian, atau pelengkap hidangan lainnya.
Cita rasanya memadukan unsur manis, asin, dan gurih yang berasal dari bumbu marinasi sebelum daging dipanggang.
Charsiu adalah Jenis Daging Panggang
Dikutip dari thewoksoflife.com, charsiu adalah jenis daging panggang khas Kanton yang dalam bahasa Kanton disebut char siu atau cha siu, sedangkan dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai cha shao.
Hidangan ini umumnya menggunakan daging babi yang direndam dalam campuran saus bercita rasa manis, asin, dan berbumbu sebelum dipanggang hingga bagian luarnya berwarna kecokelatan serta sedikit karamelisasi.
Ciri khas charsiu terletak pada perpaduan rasa yang tidak hanya manis. Marinasi dapat menggunakan gula, garam, bubuk lima rempah khas China, lada putih, minyak wijen, arak atau wine, kecap asin, saus hoisin, molase, dan bawang putih.
Beberapa resep juga memakai madu atau maltosa pada tahap akhir untuk memberikan lapisan mengilap sekaligus memperkuat rasa manis pada permukaan daging.
Jenis potongan daging yang dipakai dapat memengaruhi hasil akhirnya. Daging babi yang memiliki sedikit lebih banyak lemak, seperti pork shoulder atau pork butt, cocok digunakan karena lemaknya dapat meleleh selama pemanggangan dan membantu menjaga tekstur daging tetap lembut serta memberikan rasa yang lebih kaya.
Proses memasaknya dimulai dengan memotong daging menjadi potongan panjang atau bagian berukuran sekitar 5–7,5 sentimeter.
Daging kemudian dilumuri bumbu marinasi dan disimpan di dalam lemari pendingin setidaknya delapan jam atau semalaman agar bumbu meresap lebih baik.
Setelah dimarinasi, daging dipanggang dengan suhu tinggi menggunakan rak agar panas dapat menjangkau seluruh permukaan secara lebih merata.
Air dapat ditempatkan pada loyang di bawah rak untuk menampung tetesan lemak dan saus sehingga tidak mudah gosong atau menghasilkan asap berlebihan selama proses pemanggangan.
Pada tahap akhir, saus marinasi yang telah disisihkan dicampur dengan maltosa atau madu dan digunakan untuk melapisi daging.
Lapisan tersebut membantu membentuk permukaan yang mengilap dan sedikit karamel, sementara pemanggangan tambahan membuat bagian luar memiliki warna serta aroma panggang yang khas.
Charsiu juga tidak terbatas pada sajian dengan nasi putih. Daging ini dapat dipotong kecil untuk isian bakpao panggang atau kukus, dicampurkan ke nasi goreng, dipadukan dengan sayuran, atau digunakan dalam berbagai hidangan berbahan daging panggang.
Charsiu adalah olahan daging panggang Kanton yang mengandalkan marinasi berbumbu dan proses pemanggangan untuk menghasilkan rasa serta tekstur khas.
Sajian ini dapat dikenali dari perpaduan rasa manis dan asin, aroma rempah, serta permukaan daging yang tampak mengilap setelah dipanggang. (Suc)
Baca Juga: Empal adalah Apa? Rahasia Kelezatan Daging Empuk Khas Nusantara