Ciri Khas Coto Makassar, Kuliner Tradisional Nusantara
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbeda dengan kebanyakan olahan sup di berbagai daerah Indonesia, terdapat ciri khas coto Makassar yang membuat rasa sekaligus tampilan kuliner nusantara ini begitu menggoda.
Makanan tradisional dari Sulawesi Selatan ini memiliki tampilan seperti sup daging. Isiannya sendiri berupa daging sapi yang dicampur dengan jeroan pada bagian paru, limpa, babat, jantung, dan hati.
Ciri Khas Coto Makassar yang Lezat
Mengutip buku Panduan Wirausaha Soto Nusantara, Yuyun A., (2008:25), salah satu ciri khas coto Makassar terdapat di kuahnya yang pekat dan kental meski tanpa tambahan santan.
Selain yang telah disebutkan, berikut akan dibahas ciri khas lain dari coto Makassar yang tidak kalah uniknya:
1. Daging dan Jeroan Direbus dengan Air Cucian Beras
Penggunaan air cucian beras untuk merebus daging dan jeroan bertujuan agar bau amisnya berkurang.
Selain itu, air cucian beras dapat mengentalkan kuah coto dan membuat cita rasanya lebih gurih meski tidak menggunakan santan.
2. Menggunakan 40 Jenis Rempah
Setidaknya ada 40 jenis rempah yang digunakan, mulai dari daun salam, jahe, lengkuas, kemiri, ketumbar merah dan putih, hingga jintan.
Konon, penggunaan rempah tersebut bisa mengurangi kadar kolesterol dan lemak dalam masakan.
3. Disajikan dengan Sambal Tauco
Jika biasanya hidangan berkuah disajikan dengan sambal cabai polos, coto Makassar diberi tambahan sambal tauco.
Bahan yang digunakan berupa cabai, bawang merah, bawang putih, gula secukupnya, dan tentu saja pasta tauco.
4. Diberi Tambahan Pasta Kacang Tanah
Agar kuah makanan ini semakin gurih dan kental, ditambahkan juga pasta kacang tanah yang sebelumnya telah disangrai.
Pembuatan pasta kacang bisa dilakukan melalui proses penggilingan, diblender, ataupun ditumbuk.
5. Dimakan Bersama Buras atau Ketupat
Bukan dimakan dengan nasi, coto Makassar umumnya dihidangkan bersama buras atau ketupat.
Paduan antara kuah gurih berempah dan lembutnya ketupat, membuat banyak orang ketagihan saat memakannya.
6. Sudah Ada Sejak Abad ke-16
Perkembangan coto Makassar dipercaya sudah ada sejak zaman Kerajaan Gowa di abad ke-16 atau kisaran tahun 1538 M.
Rasa olahan ini semakin kaya karena pengaruh budaya Cina saat itu, yakni dengan penambahan tauco.
Bagi yang ingin membuktikan berbagai ciri khas coto Makassar pada pembahasan di atas, dapat mencoba langsung masakannya atau mencari tahu resep lengkap sekaligus cara pembuatannya. (NOV)
Baca juga: Asal Usul Mie Aceh, Warisan Kuliner yang Kaya Rempah