Ciri Khas Klepon yang Membuatnya Tetap Digemari dari Dulu hingga Sekarang
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri khas klepon menjadi salah satu alasan mengapa jajanan pasar ini mampu bertahan di tengah derasnya perkembangan kuliner modern.
Di berbagai daerah, kehadiran klepon tidak hanya membangkitkan selera, tetapi juga menghadirkan rasa akrab yang sulit digantikan oleh makanan kekinian.
Meski kini banyak camilan dengan tampilan lebih menarik dan beragam inovasi rasa terus bermunculan, klepon tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Ciri Khas Klepon: Jajanan Pasar dengan Cita Rasa Manis
Ciri khas klepon membuat kue tradisional ini tetap digemari oleh berbagai kalangan hingga sekarang.
Selain memiliki cita rasa yang khas, kue klepon juga merupakan salah satu kue tradisional atau jajanan pasar yang mengandung karbohidrat sehingga dapat diolah tubuh menjadi sumber energi.
Berdasarkan informasi dari rri.co.id, klepon telah dikenal sejak lama, bahkan sudah hadir di restoran-restoran Belanda dan China sejak tahun 1950-an.
Kehadirannya di luar Indonesia tidak lepas dari peran para imigran Indonesia yang memperkenalkannya. Disebutkan pula bahwa klepon pertama kali dikenalkan di Negeri Kincir Angin oleh seorang imigran asal Pasuruan, Jawa Timur.
Di Malaysia dan Singapura, klepon dikenal dengan nama buah Melaka. Sementara itu, di Sumatera, Sulawesi, serta beberapa daerah lain di Indonesia, makanan ini lebih akrab disebut sebagai onde-onde.
Perbedaan penyebutan tersebut tidak mengubah identitas klepon sebagai salah satu warisan kuliner Nusantara. Seiring berkembangnya perdagangan, klepon semakin populer dan dihargai sebagai bagian dari tradisi kuliner yang mencerminkan identitas kolektif di berbagai daerah.
Salah satu ciri khas klepon terletak pada penggunaan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Kue tradisional ini dibuat dari tepung ketan, garam, pandan, gula merah, air, air kapur, dan kelapa parut.
Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan tekstur kenyal dengan cita rasa manis yang menjadi daya tarik utama klepon sejak dahulu.
Selain itu, proses pembuatannya juga tergolong sederhana sehingga dapat dilakukan oleh banyak orang. Kesederhanaan dalam bahan maupun cara pengolahannya menjadi salah satu alasan klepon mampu bertahan sebagai jajanan tradisional yang tetap diminati dari generasi ke generasi.
Meski mempertahankan karakter utamanya, klepon terus mengalami inovasi agar tetap relevan dengan selera masyarakat. Jika sebelumnya hanya dikenal dengan isian gula merah, kini klepon juga hadir dalam berbagai pilihan rasa, seperti greentea, vanila, cokelat, dan varian lainnya.
Beragam inovasi tersebut dilakukan untuk menarik minat masyarakat, terutama generasi muda, tanpa menghilangkan cita rasa asli yang telah melekat pada klepon sebagai salah satu kue tradisional Indonesia. (DANI)
Baca juga: Ciri Khas Soto Betawi yang Membedakannya dari Soto Daerah Lain