Ciri Manusia Indonesia dalam Sila Pertama Pancasila yang Perlu Dipahami
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sila pertama Pancasila menyatakan bahwa manusia Indonesia adalah manusia yang apa? Salah satu bentuk pertanyaan dalam materi Pendidikan Pancasila yang mengajak siswa memahami makna sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Untuk mengerjakan soal seperti di atas, siswa perlu memperhatikan makna yang terkandung dalam setiap sila serta hubungannya dengan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, daripada bingung mencari jawabannya, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.
Ciri Manusia Indonesia dalam Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengutip situs https://bpip.go.id, sila pertama Pancasila menyatakan bahwa manusia Indonesia adalah manusia yang percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Nilai ini menegaskan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara harus dilandasi keimanan, sikap saling menghormati, serta toleransi terhadap perbedaan agama dan kepercayaan.
Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan dilambangkan dengan bintang emas pada perisai Garuda Pancasila.
Sila ini mengandung nilai ketuhanan sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Setiap orang memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya tanpa paksaan dari pihak lain.
Prinsip tersebut juga ditegaskan dalam Pasal 29 Ayat (1) dan (2) UUD 1945. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan menjamin kebebasan setiap penduduk untuk memeluk agama serta beribadah menurut agama dan kepercayaannya.
Di sisi lain, negara berkewajiban melindungi kebebasan beragama dan mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis. Pengamalan sila pertama Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan berikut:
Menjalankan ibadah serta menaati ajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Menghargai orang lain yang memiliki agama atau kepercayaan berbeda.
Menjalin hubungan yang baik dan bekerja sama dengan pemeluk agama lain.
Menjaga kedamaian dan kerukunan di tengah keberagaman agama dan kepercayaan.
Menghormati kebebasan setiap orang dalam menjalankan ibadahnya.
Memahami bahwa keyakinan dan hubungan seseorang dengan Tuhan merupakan urusan pribadi yang harus dihormati.
Tidak memaksa orang lain untuk mengikuti agama atau kepercayaan tertentu.
Nilai-nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti:
Menghormati teman dan guru yang berbeda agama
Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan keyakinan
Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk beribadah
Menghargai perayaan hari besar keagamaan.
Sila pertama Pancasila mengajarkan manusia Indonesia untuk percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus menghargai perbedaan keyakinan agar kerukunan dan toleransi tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. (Fikah)
Baca juga: Tiga Contoh Penerapan Sila ke-3 Pancasila di Lingkungan Masyarakat