Cloud Kitchen adalah Apa? Temukan Penjelasannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cloud Kitchen adalah konsep yang semakin dikenal dalam perkembangan bisnis kuliner. Kehadirannya berkaitan dengan perubahan cara orang membeli makanan yang kini banyak dilakukan secara online.
Pelanggan tidak selalu harus datang ke restoran untuk mendapatkan makanan yang diinginkan. Pesanan dapat dilakukan melalui layanan digital, kemudian makanan disiapkan dan dikirim ke lokasi pembeli.
Konsep ini membuat kegiatan usaha kuliner dapat dijalankan dengan cara yang berbeda dari restoran yang menyediakan tempat makan secara langsung.
Cloud Kitchen adalah
Cloud Kitchen adalah konsep dapur yang digunakan untuk menyiapkan makanan berdasarkan pesanan tanpa mengutamakan tempat makan bagi pelanggan.
Mengutip laman Instagram @diskopukmdeliserdang, cloud kitchen merupakan konsep bisnis kuliner yang berfokus pada produksi makanan untuk layanan pesan antar.
Dengan konsep ini, kegiatan usaha lebih diarahkan pada dapur, pengolahan makanan, pengemasan, serta pemenuhan pesanan yang datang secara online. Pelanggan dapat memilih makanan melalui platform pemesanan, lalu makanan diproses dari dapur dan dikirimkan ke alamat tujuan.
Berbeda dengan restoran konvensional, cloud kitchen tidak membutuhkan ruang yang digunakan untuk pelanggan makan dan bersantai.
Tempat usaha lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan memasak dan mempersiapkan pesanan. Karena itu, pemilik usaha dapat lebih memusatkan perhatian pada menu, kualitas makanan, pengemasan, dan proses pengiriman.
Cloud kitchen juga dapat digunakan oleh beberapa merek makanan dalam satu lokasi dapur. Setiap merek dapat menawarkan menu yang berbeda, sementara proses memasaknya dilakukan pada tempat yang sama.
Model tersebut memungkinkan pelaku usaha menjalankan beberapa pilihan makanan tanpa harus menyediakan restoran dengan ruang makan yang besar.
Dalam praktiknya, pesanan menjadi bagian penting dari kegiatan cloud kitchen. Pelanggan melakukan pemesanan secara online, kemudian pesanan diterima oleh dapur untuk diproses.
Setelah makanan selesai dibuat dan dikemas, pesanan selanjutnya dikirimkan kepada pelanggan. Alur tersebut membuat keberadaan layanan pesan antar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konsep cloud kitchen.
Konsep ini juga menunjukkan bagaimana bisnis makanan dapat menyesuaikan diri dengan kebiasaan konsumen yang semakin sering menggunakan layanan digital.
Pelanggan dapat memesan makanan tanpa perlu datang langsung ke lokasi usaha, sedangkan pemilik bisnis dapat memusatkan operasional pada proses produksi makanan.(Yolan)
Baca juga: Kenapa Roti Bisa Menjadi Keras Jika Dibiarkan Terbuka? Ini Penjelasannya