Konten dari Pengguna

Contoh Bentuk Latihan Kombinasi untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bentuk Latihan Kombinasi untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani, Foto:Unsplash/sporlab
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bentuk Latihan Kombinasi untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani, Foto:Unsplash/sporlab

Salah satu bentuk latihan kombinasi untuk meningkatkan kebugaran jasmani adalah aktivitas yang memadukan beberapa jenis gerakan dalam satu rangkaian latihan.

Dalam kehidupan sehari-hari, tubuh membutuhkan kondisi yang bugar agar dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan lebih nyaman dan tidak mudah mengalami kelelahan.

Oleh karena itu, menjaga kebugaran bukan hanya berkaitan dengan olahraga berintensitas tinggi, tetapi juga tentang bagaimana memilih aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan dan dilakukan secara teratur.

Aktivitas Fisik, Bentuk Latihan Kombinasi untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani

Ilustrasi Bentuk Latihan Kombinasi untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani, Foto:Unsplash/Venti Views

Berdasarkan informasi theptdc.com, salah satu bentuk latihan kombinasi untuk meningkatkan kebugaran jasmani adalah memadukan dua atau lebih gerakan berbeda dalam satu rangkaian repetisi.

Setelah menjalani latihan bersama dalam beberapa waktu, sebagian klien mungkin mulai merasa bosan dan menginginkan aktivitas yang baru, berbeda, serta lebih menarik.

Daripada membuat program latihan yang sepenuhnya baru setiap kali muncul kejenuhan, latihan kombinasi dapat digunakan untuk memberikan variasi tanpa mengubah seluruh program.

Latihan kombinasi dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa gerakan dalam satu repetisi. Konsep ini berbeda dari latihan sirkuit dan latihan kompleks karena klien tidak menyelesaikan seluruh repetisi pada satu gerakan terlebih dahulu.

Dalam latihan kombinasi, klien melakukan satu repetisi gerakan pertama, kemudian satu repetisi gerakan kedua, lalu terus bergantian antara kedua gerakan tersebut hingga satu set selesai.

Dengan pola tersebut, kebutuhan latihan tetap dapat diberikan sekaligus menghadirkan variasi yang diinginkan klien.

Latihan kombinasi juga praktis diterapkan di pusat kebugaran yang ramai. Selain itu, jenis latihan ini tidak membutuhkan keterampilan seperti latihan kompleks sehingga cocok untuk klien yang masih kurang berpengalaman.

Latihan kombinasi juga sesuai bagi klien yang memiliki kesibukan dan sering kekurangan waktu. Seperti latihan sirkuit dan latihan kompleks, latihan ini membantu membakar lemak dan meningkatkan kebugaran.

Dalam menyusun latihan kombinasi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pilih kombinasi gerakan yang memungkinkan perpindahan secara lancar.

Hindari gerakan dengan kebutuhan beban yang sangat berbeda, seperti deadlift dan reverse curl. Sebaiknya, pilih gerakan yang dapat menggunakan beban menantang untuk keduanya.

Kedua, tentukan resistansi berdasarkan gerakan yang paling lemah. Jika klien mampu melakukan overhead press 100 pound dan front squat 150 pound, gunakan 100 pound sebagai beban awal untuk kombinasi front squat dan press.

Ketiga, tentukan rentang repetisi yang sesuai. Saat baru memulai latihan kombinasi, batasi jumlahnya sekitar 6–12 repetisi.

Keempat, gunakan alat yang sesuai. Dumbbell dan resistance band bersifat serbaguna karena dapat digunakan secara bilateral, unilateral, atau ipsilateral.

Alat tersebut juga sesuai untuk klien yang memiliki ketidakseimbangan kekuatan, masalah keseimbangan, atau membutuhkan latihan inti tambahan.

Sebaliknya, kettlebell dan barbel memiliki kurva pembelajaran lebih tinggi. Jika pola engsel pinggul belum dikuasai, kettlebell sebaiknya tidak digunakan. Gerakan kombinasi dengan barbel juga sebaiknya diberikan kepada klien yang lebih mahir.

Kelima, pilih waktu yang tepat. Idealnya, gerakan kombinasi dilakukan setelah pemanasan atau latihan inti, ketika kondisi klien masih segar.

Pengaturan tersebut membantu memastikan gerakan dilakukan dengan kondisi yang lebih siap, sehingga setiap rangkaian latihan tetap dapat dijalankan sesuai kebutuhan dan kemampuan klien selama seluruh latihan berlangsung secara terarah, teratur, dan terkendali pula. (DANI)

Baca juga: Tujuan Latihan Kayang adalah untuk Melatih Otot Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya