Konten dari Pengguna

Contoh Konteks untuk Membantu AI Menyusun Dokumen Kerja Sesuai Kebutuhan

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Konteks untuk Membantu AI Menyusun Dokumen Kerja Sesuai Kebutuhan, Foto:Unsplash/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Konteks untuk Membantu AI Menyusun Dokumen Kerja Sesuai Kebutuhan, Foto:Unsplash/Getty Images

Manakah contoh konteks yang dapat membantu ai menyusun dokumen kerja dengan lebih sesuai kebutuhan?

Pertanyaan ini penting dipahami, terutama ketika AI digunakan untuk mendukung pekerjaan sehari-hari yang membutuhkan ketepatan informasi dan penyampaian pesan secara jelas.

Konteks tidak hanya berkaitan dengan topik dokumen, tetapi juga dapat mencakup tujuan penulisan, pihak yang akan membaca, format yang diinginkan, hingga gaya bahasa yang perlu digunakan.

Contoh Konteks untuk Membantu AI Menyusun Dokumen Kerja Sesuai Kebutuhan agar Lebih Akurat

Ilustrasi Contoh Konteks untuk Membantu AI Menyusun Dokumen Kerja Sesuai Kebutuhan, Foto:Unsplash/Alex Shuper

Manakah contoh konteks yang dapat membantu ai menyusun dokumen kerja dengan lebih sesuai kebutuhan?

Pertanyaan ini berkaitan dengan cara memberikan instruksi yang jelas kepada AI agar dokumen yang dihasilkan sesuai dengan tujuan penulisan.

Berdasarkan informasi dari madcapsoftware.com, konteks yang tepat membantu AI memahami kebutuhan dokumen secara spesifik, mulai dari fungsi penulisan hingga batasan informasi yang perlu diperhatikan.

Dengan demikian, hasilnya dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

1. Tujuan dan Fungsi Dokume

Tujuan penulisan merupakan salah satu konteks penting yang perlu disampaikan kepada AI. Setiap dokumen memiliki fungsi berbeda, seperti laporan resmi, panduan operasional, atau materi presentasi.

Oleh karena itu, arahan yang jelas membantu AI menentukan isi dan cara penyampaian yang sesuai.

Contohnya, AI dapat diminta membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) pengembalian barang rusak dengan langkah-langkah yang mudah dipahami oleh staf gudang.

Konteks tersebut membantu AI menyusun panduan yang berfokus pada proses pengembalian barang secara teratur dan jelas.

2. Target Pembaca

Target pembaca perlu diperhatikan agar bahasa dan penjelasan dalam dokumen sesuai dengan kebutuhan penerima informasi.

Dokumen untuk jajaran direksi tentu dapat memiliki gaya penyampaian berbeda dari dokumen untuk staf operasional atau pembaca tanpa latar belakang teknis.

Sebagai contoh, AI atau Artificial Intelligence dapat diminta menulis laporan kemajuan proyek menggunakan bahasa semi-formal yang mudah dipahami oleh jajaran direksi atau klien nonteknis.

Arahan ini membantu AI menyesuaikan pilihan kata, kedalaman penjelasan, dan gaya bahasa agar informasi tersampaikan dengan baik.

3. Struktur atau Kerangka Dokumen

Struktur dokumen berfungsi sebagai panduan agar penulisan tetap terarah. Dengan memberikan kerangka sejak awal, AI dapat menyusun informasi secara sistematis dan mengurangi pembahasan yang tidak diperlukan.

Contohnya, proposal dapat diarahkan untuk memuat bagian latar belakang, tujuan, ruang lingkup, estimasi anggaran, dan penutup. Kerangka tersebut membantu memastikan setiap bagian penting tersedia sesuai kebutuhan.

4. Nada Bicara dan Gaya Bahasa

Gaya bahasa menentukan cara informasi disampaikan kepada pembaca. AI dapat diberikan arahan agar dokumen menggunakan bahasa profesional, tegas, persuasif, dan tidak bertele-tele. Instruksi tersebut membantu menghasilkan tulisan yang sesuai dengan budaya komunikasi perusahaan.

5. Batasan dan Data Pendukung

Batasan penulisan dan data pendukung juga menjadi konteks penting. Misalnya, AI diminta membuat siaran pers pembukaan cabang baru dengan panjang maksimal 300 kata berdasarkan poin-poin penting dari transkrip rapat terlampir.

Arahan tersebut membantu mengendalikan panjang tulisan sekaligus menjaga agar isi dokumen tetap mengacu pada data asli yang diberikan. (DANI)

Baca juga: Stilistika adalah Apa? Ini Pengertian dan Ruang Lingkupnya