Contoh Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih dalam Kehidupan
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan ekonomi yang menunjang kebutuhan sehari-hari.
Setiap jenis pekerjaan memiliki persyaratan berbeda, mulai dari pendidikan formal hingga keterampilan khusus.
Pengelompokan tenaga kerja membantu menjelaskan perbedaan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Contoh Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih Pada Kegiatan Ekonomi
Dikutip dari disnaker.kebumenkab.go.id, contoh tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah buruh angkut barang, pekerja kasar, petugas kebersihan, dan asisten rumah tangga.
Kelompok tenaga kerja ini umumnya tidak memerlukan pendidikan formal khusus atau pelatihan keterampilan tertentu untuk menjalankan pekerjaannya. Kemampuan kerja biasanya diperoleh melalui pengalaman langsung dan pembiasaan selama melakukan tugas sehari-hari.
Buruh angkut barang merupakan salah satu contohnya. Pekerjaan ini meliputi memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, seperti mengangkat karung di pasar, memindahkan perabot saat pindahan, atau membawa barang di gudang.
Pekerjaan tersebut lebih mengutamakan kekuatan fisik, ketelitian, dan kemampuan mengikuti prosedur keselamatan daripada ijazah atau sertifikat keahlian khusus.
Pekerja kasar juga termasuk dalam kategori ini, misalnya pekerja yang membantu membersihkan lokasi proyek, mengangkut material bangunan, atau merapikan area kerja.
Tugas yang dilakukan umumnya bersifat praktis dan dapat dipelajari melalui arahan langsung dari pengawas atau pekerja yang lebih berpengalaman.
Meskipun demikian, pekerjaan di lokasi konstruksi tetap membutuhkan pemahaman mengenai keselamatan kerja agar risiko kecelakaan dapat dikurangi.
Petugas kebersihan dapat masuk dalam kategori tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih apabila pekerjaannya tidak mensyaratkan pendidikan atau pelatihan khusus.
Tugasnya mencakup menyapu, mengepel lantai, membuang sampah, dan menjaga kebersihan lingkungan. Pekerjaan ini membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, serta pengetahuan dasar tentang penggunaan alat kebersihan.
Asisten rumah tangga juga dapat menjadi contoh karena tugasnya meliputi menyapu, mencuci pakaian, membersihkan rumah, dan merapikan peralatan.
Pekerjaan tersebut umumnya dapat dipelajari melalui praktik sehari-hari tanpa pendidikan formal khusus. Namun, tugas yang membutuhkan keahlian tertentu, seperti merawat orang sakit secara profesional, dapat memerlukan pelatihan tersendiri.
Contoh lainnya adalah pekerja bongkar muat di pasar, pemilah barang sederhana di tempat penyortiran, serta pekerja yang membantu membersihkan lahan.
Pengelompokan ini bergantung pada persyaratan pekerjaan yang dijalankan, bukan semata-mata nama profesinya. Seseorang yang bekerja di bidang tertentu tetap dapat membutuhkan pelatihan khusus apabila tugasnya melibatkan peralatan berisiko atau prosedur teknis.
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih berbeda dari tenaga kerja terdidik yang mengandalkan pendidikan formal, seperti dokter dan guru, serta tenaga kerja terlatih yang memiliki keterampilan khusus, seperti mekanik dan juru las.
Perbedaan utamanya terletak pada persyaratan pendidikan dan keterampilan untuk menjalankan pekerjaan.
Contoh tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih meliputi buruh angkut, pekerja kasar, petugas kebersihan, dan asisten rumah tangga untuk pekerjaan yang tidak mensyaratkan keahlian khusus.
Walaupun tidak selalu membutuhkan pendidikan formal, setiap pekerjaan tetap memerlukan tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan kerja. (Suc)
Baca Juga: Pernyataan yang Paling Sesuai tentang ASN sebagai Profesi