Konten dari Pengguna

Dalil Tentang Kematian yang Diriwayatkan dalam Hadis Sohih

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dalil Tentang Kematian. Unsplash.com/Masjid MABA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dalil Tentang Kematian. Unsplash.com/Masjid MABA

Kematian adalah realitas kehidupan yang pasti dialami oleh setiap makhluk hidup. Banyak dalil tentang kematian dalam hadits shahih yang menjelaskan tentang hakikat kematian, sikap seorang Muslim terhadap kematian, dan adab yang harus dijaga menghadapi ajal.

Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah pintu menuju kehidupan selanjutnya, yaitu akhirat yang abadi. Dalil-dalil yang sohih menjadi pedoman penting dalam memahami makna dan hikmah kematian menurut Sunnah Nabi Muhammad saw.

Dalil Tentang Kematian Sesuai Hadis Shahih

Ilustrasi Dalil Tentang Kematian. Unsplash.com/Masjid MABA

Dikutip dari www.abuaminaelias.com, salah satu dalil tentang kematian terdapat dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Hadits ini menjelaskan supaya seorang Muslim tidak memohon kematian akibat kesusahan yang menimpanya.

Rasulullah saw bersabda: “Janganlah seorang dari kalian menginginkan kematian karena suatu kesulitan, tetapi hendaklah ia berdoa: ‘Ya Allah, hidupkan aku selama hidup itu baik untukku dan wafatkanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku.’” Riwayat ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim yang menunjukkan otentisitas hadits ini.

Selain itu, Nabi saw juga mengajarkan kepada umat Islam untuk memperbanyak mengingat kematian. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemusnah kenikmatan: kematian.” Hadits ini terdapat di dalam kitab Sunan at-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh para ulama.

Sering mengingat datangnya maut dapat membantu seorang Muslim untuk tidak terlena dengan kehidupan dunia yang sementara, dan terus bersiap menghadapi kehidupan akhirat.

Hadits lain yang memberi pelajaran penting adalah tentang persiapan amal sebelum kematian. Dalam riwayat yang masyhur, Rasulullah saw bersabda bahwa ketika seorang manusia meninggal dunia, amalan baiknya akan terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakannya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, sehingga menunjukkan urgensinya bagi setiap Muslim untuk terus beramal baik sepanjang hidup.

Kematian adalah kepastian yang akan datang tanpa dapat dicegah sedikit pun. Seorang Muslim juga tidak dianjurkan untuk memohon mati hanya untuk menghindari kesusahan.

Dengan memahami dalil tentang kematian dalam hadis shahih, seorang Muslim dapat memperkuat keyakinannya mengenai akhirat. Sehingga manusia juga dianjurkan untuk terus memperbaiki perilaku hidupnya saat ini. (Aya)

Baca juga: Kisah Perjalanan Isra Mi'raj yang Menjadi Penghibur di Tahun Kesedihan Nabi