Konten dari Pengguna

Defensive Driving adalah Apa dalam Berkendara? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi defensive driving adalah. unsplash/whykei
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi defensive driving adalah. unsplash/whykei

Defensive driving adalah salah satu istilah yang berkaitan dengan kebiasaan dan sikap pengemudi selama berada di jalan. Istilah ini dapat ditemui dalam berbagai pembahasan mengenai keselamatan berkendara, terutama ketika membicarakan cara menghadapi kondisi lalu lintas yang dinamis.

Di jalan, berbagai situasi dapat muncul tanpa banyak tanda. Kendaraan lain dapat melakukan manuver secara tiba-tiba, arus lalu lintas berubah dengan cepat, atau pengguna jalan muncul dari arah yang tidak terduga.

Kondisi tersebut membuat cara pengemudi bersikap dan mengambil keputusan menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Defensive Driving adalah Cara Berkendara yang Proaktif

ilustrasi defensive driving adalah. unsplash/Dan Gold

Defensive driving adalah pendekatan berkendara secara proaktif untuk mengurangi risiko kecelakaan. Pengemudi tidak hanya bereaksi ketika bahaya sudah terjadi, tetapi berusaha mengenali potensi bahaya sejak awal.

Dalam artikel yang diunggah anshordriving.com, salah satu penerapannya adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Jarak tersebut memberikan ruang untuk mengurangi kecepatan atau berhenti apabila kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.

Pengemudi juga perlu memeriksa kaca spion dan memperhatikan titik buta sebelum berpindah jalur. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan saat berkendara secara defensif antara lain:

  • Menjaga jarak aman agar tersedia ruang dan waktu untuk bereaksi.

  • Memeriksa kaca spion secara berkala untuk mengetahui kondisi di sekitar kendaraan.

  • Memperhatikan titik buta sebelum berpindah jalur atau melakukan manuver.

  • Menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, cuaca, dan kepadatan lalu lintas.

  • Mengantisipasi kesalahan pengguna jalan lain, seperti kendaraan yang berpindah jalur secara tiba-tiba.

Prinsip tersebut membantu pengemudi menghadapi perubahan kondisi jalan dengan lebih siap. Penerapan defensive driving perlu disesuaikan dengan kondisi jalan.

Di kawasan perkotaan, pengemudi perlu mewaspadai persimpangan, pejalan kaki, pesepeda, dan kendaraan yang berhenti mendadak. Di jalan tol, menjaga jarak dan memperhatikan perubahan lajur menjadi penting karena kendaraan melaju dengan kecepatan lebih tinggi.

Saat hujan atau jalan licin, kecepatan sebaiknya dikurangi dan jarak aman ditambah. Pengereman serta perubahan arah juga perlu dilakukan secara lebih halus. Selain kondisi jalan, pengemudi perlu memastikan tubuh cukup fit agar konsentrasi dan respons tetap terjaga.

Defensive driving adalah pola berkendara yang mengutamakan kewaspadaan, antisipasi, dan kesiapan menghadapi situasi tidak terduga.

Kebiasaan menjaga jarak, memperhatikan kondisi sekitar, menyesuaikan kecepatan, serta mengantisipasi tindakan pengguna jalan lain dapat membantu pengemudi mengurangi risiko dan berkendara dengan lebih aman. (Rahma)

Baca juga: All Time High Artinya Apa? Temukan Pengertiannya di Sini