Konten dari Pengguna

Dikotil dan Monokotil adalah Apa? Ini Pengertian dan Ciri-Cirinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dikotil dan Monokotil adalah, Foto:Unsplash/Muhammad Ahmad
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dikotil dan Monokotil adalah, Foto:Unsplash/Muhammad Ahmad

Dikotil dan monokotil adalah istilah dalam dunia tumbuhan, terutama dalam ilmu biologi dasar. Dikotil dan monokotil merupakan dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang dibedakan berdasarkan jumlah keping bijinya saat pertama kali berkecambah.

Tumbuhan dikotil memiliki dua keping biji, sedangkan tumbuhan monokotil hanya memiliki satu keping biji.

Dikotil dan Monokotil adalah Kelompok di Dunia Tumbuhan

Ilustrasi Dikotil dan Monokotil adalah, Foto:Unsplash/Zainal Abidin

Dikutip dari laman globalprestasi.sch.id, dikotil dan monokotil adalah dua kelompok utama tumbuhan berbunga yang dibedakan berdasarkan jumlah keping bijinya saat berkecambah.

Tumbuhan dikotil memiliki dua keping biji atau dua kotiledon, sedangkan tumbuhan monokotil hanya memiliki satu keping biji.

Perbedaan dasar tersebut kemudian memengaruhi berbagai bagian struktur tanaman, seperti bentuk akar, batang, daun, hingga susunan bunga.

Oleh karena itu, pengelompokan ini digunakan dalam ilmu botani untuk memudahkan proses identifikasi serta memahami karakteristik tumbuhan yang beragam.

Tumbuhan dikotil dikenal memiliki sepasang daun lembaga pada bijinya. Selain itu, sistem akarnya umumnya berupa akar tunggang yang kuat dan bercabang.

Batang pada tumbuhan ini biasanya memiliki cabang, sedangkan daunnya memiliki pola tulang daun menyirip atau menjari.

Bunga pada kelompok dikotil umumnya memiliki kelopak berjumlah empat atau lima helai, atau kelipatannya.

Beberapa contoh tumbuhan yang termasuk dalam kelompok dikotil antara lain kentang, singkong, karet, kapas, cabai, putri malu, dan tomat.

Sementara itu, tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki satu daun lembaga pada bijinya sehingga biji tidak membelah saat berkecambah.

Ciri lainnya dapat dilihat pada sistem akar yang berbentuk serabut, batang yang umumnya tidak bercabang atau hanya sedikit bercabang, serta daun yang memiliki tulang daun sejajar.

Pada bagian bunga, tumbuhan monokotil biasanya memiliki kelopak berjumlah tiga helai atau kelipatannya.

Contoh tumbuhan monokotil antara lain kelapa, jagung, padi, jahe, lidah buaya, nanas, bawang putih, dan bawang bombay.

Selain perbedaan ciri-ciri tersebut, kedua kelompok tumbuhan juga memiliki struktur yang berbeda pada bagian akar, batang, daun, dan bunga.

Akar tumbuhan dikotil memiliki susunan jaringan seperti epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat, sedangkan akar monokotil tersusun dari kumpulan akar kecil yang membentuk sistem akar serabut.

Pada batang dikotil terdapat lapisan epidermis, korteks, floem, dan xilem, sedangkan pada batang monokotil pembuluhnya tersebar di jaringan batang.

Dari sisi perkembangbiakan, tumbuhan dikotil dapat berkembang biak secara generatif maupun vegetatif.

Sementara itu, tumbuhan monokotil umumnya berkembang biak secara generatif melalui proses penyerbukan pada bunga.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa dikotil dan monokotil memiliki karakteristik yang berbeda meskipun keduanya termasuk dalam kelompok tumbuhan berbunga.(KIKI)

Baca juga: Ciri Utama Desain Poster adalah Apa Saja? Pecahkan Rahasianya di Sini