Konten dari Pengguna

Disjungsi adalah Kebalikan Konjungsi, Ini Penjelasannya dalam Ilmu Bahasa

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi disjungsi adalah.Foto: Johannes Krupinski / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi disjungsi adalah.Foto: Johannes Krupinski / Unsplash

Masih ada banyak istilah dalam Bahasa Indonesia yang jarang diketahui artinya, termasuk disjungsi. Sebenarnya, disjungsi adalah apa?

Bagi yang saat ini sedang mendalami ilmu Bahasa Indonesia, rasanya penting untuk mempelajari beberapa hal penting dari istilah disjungsi.

Dalam Bahasa Indonesia, Disjungsi adalah Pernyataan Majemuk

Ilustrasi disjungsi adalah.Foto: Pisit Heng / Unsplash

Dalam laman lmsspada.kemdiktisaintek.go.id dijelaskan bahwa disjungsi adalah kebalikan dari konjungsi merupakan pernyataan yang tidak tepat.

Disjungsi bukanlah kebalikan dari konjungsi, melainkan salah satu jenis atau bagian dari konjungsi itu sendiri.

Disjungsi dapat diartikan sebagai keadaan terpisah, tindakan memisahkan, perbedaan, atau ketidaksesuaian antara dua hal.

Berdasarkan KBBI, kata tersebut merupakan hubungan yang dipisahkan oleh kata "atau" maupun "tetapi" untuk menunjukkan hal berlawanan.

Kata disjungsi asalnya dari bahasa Latin disjunctio yang bermakna pemisahan. Berdasarkan bahasa umum, disjungsi menyatakan ketidaknyambungan atau perbedaan antara dua hal.

Disjungsi Menurut Matematika

Ilustrasi disjungsi adalah.Foto: Philip White / Unsplash

Sementara menurut logika Matematika, disjungsi artinya pernyataan majemuk yang dihubungkan dengan kata "atau", biasanya dilambangkan dengan simbol v.

Lalu, mengapa sering dianggap sebagai kebalikan konjungsi? Pemahaman ini kemungkinan besar muncul karena pengaruh ilmu logika Matematika.

Berdasarkan logika Matematika, konjungsi yaitu operasi dan, serta disjungsi yakni operasi atau, memang sering diposisikan sebagai dua operasi yang saling berlawanan.

Namun, dalam struktur ilmu bahasa, disjungsi bukanlah lawan dari konjungsi, melainkan sub-kategori dari konjungsi itu sendiri.

Secara tata bahasa, konjungsi (kata hubung) berdasarkan fungsi hubungannya dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya konjungsi kopulatif (gabungan) dan konjungsi disjungtif (pilihan).

Fungsi dari konjungsi kopulatif adalah menghubungkan dua unsur yang setara. Contohnya menggunakan kata hubung dan, serta.

Selanjutnya, ada juga konjungsi disjungtif (pilihan) yang menghubungkan dua unsur dengan memilih salah satu di antaranya, biasanya ditandai dengan penggunaan kata atau.

Contoh penerapan kata disjungsi dalam kalimat sehari-hari, misalnya ibu masih bingung akan memasak nasi goreng atau membuat roti bakar untuk sarapan.

Contoh lainnya yakni aku tidak tahu apakah ayah sedang membaca koran atau menonton televisi di ruang tamu depan bersama kakek.

Jadi kesimpulannya menurut ilmu bahasa, disjungsi adalah bukan kebalikan dari konjungsi, melainkan masih termasuk ke dalam kategori konjungsi. (NOV)

Baca juga: Sobbing Artinya Apa dalam Bahasa Indonesia? Ini Jawabannya