Dua Ekor Kijang yang Saling Beradu Kekuatan Terpental Akibat Saling Mendorong
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dua ekor kijang yang saling beradu kekuatan terpental akibat saling mendorong satu sama lain merupakan contoh peristiwa Fisika dalam kehidupan sehari-hari.
Gerakan tersebut dapat dipahami melalui interaksi gaya yang terjadi ketika kedua hewan memberikan dorongan dengan arah yang berlawanan.
Peristiwa sederhana di lingkungan sekitar ini menunjukkan bahwa gaya tidak bekerja hanya pada satu benda.
Dua Ekor Kijang yang Saling Beradu Kekuatan Terpental Akibat Saling Mendorong Satu Sama Lain
Dua ekor kijang yang saling beradu kekuatan terpental akibat saling mendorong satu sama lain. Kejadian tersebut merupakan penerapan Hukum III Newton atau hukum aksi dan reaksi.
Dikutip dari www1.grc.nasa.gov, Hukum III Newton menyatakan bahwa setiap gaya aksi akan menimbulkan gaya reaksi yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan.
Pada peristiwa tersebut, kedua kijang memberikan gaya dorong satu sama lain saat saling beradu. Ketika kijang pertama mendorong kijang kedua, kijang kedua juga memberikan dorongan kembali kepada kijang pertama.
Kedua gaya tersebut terjadi secara bersamaan dan bekerja pada dua benda yang berbeda.
Besarnya gaya yang diberikan oleh masing-masing kijang memiliki nilai yang sama, sedangkan arahnya berlawanan. Kondisi tersebut membuat kedua kijang dapat bergerak menjauh setelah saling memberikan dorongan.
Gerakan terpental yang terlihat merupakan akibat dari gaya interaksi yang terjadi pada saat kedua kijang saling beradu.
Hal penting dalam Hukum III Newton adalah pasangan gaya aksi dan reaksi bekerja pada benda yang berbeda. Gaya dari kijang pertama bekerja pada kijang kedua, sedangkan gaya dari kijang kedua bekerja pada kijang pertama.
Karena bekerja pada benda yang berbeda, kedua gaya tersebut tidak saling menghilangkan pada satu benda.
Prinsip yang sama dapat ditemukan dalam berbagai kejadian sehari-hari. Saat seseorang berjalan, kaki mendorong tanah ke belakang, kemudian tanah memberikan gaya reaksi yang mendorong tubuh ke depan. Perenang juga mendorong air ke belakang sehingga tubuh bergerak ke depan.
Pada kendaraan, ban memberikan gaya pada permukaan jalan sehingga jalan memberikan gaya reaksi pada ban. Prinsip aksi dan reaksi juga digunakan pada pesawat ketika mesin menghasilkan dorongan yang membuat pesawat bergerak berlawanan dengan arah keluarnya gas.
Dalam kasus dua kijang tersebut, arah gaya menjadi bagian penting untuk memahami gerak yang terjadi.
Saat masing-masing kijang memberikan dorongan, gaya reaksi yang diterima berasal dari arah berlawanan sehingga keduanya dapat terdorong menjauh.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa gaya selalu berkaitan dengan interaksi antara satu benda dan benda lainnya.
Dengan demikian, dua ekor kijang yang saling mendorong hingga terpental merupakan contoh penerapan Hukum III Newton. Peristiwa tersebut menunjukkan adanya pasangan gaya yang sama besar dan berlawanan arah pada dua benda yang berbeda. (Suc)
Baca Juga: Bagaimana Ikan Tidur di Air? Ini Fakta Unik yang Belum Banyak Diketahui