Konten dari Pengguna

Essay adalah Apa? Ini Pengertian dan Ciri-Cirinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Essay adalah Apa, Foto:Unsplash/Jonas Jacobsson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Essay adalah Apa, Foto:Unsplash/Jonas Jacobsson

Essay adalah salah satu bentuk tulisan yang harus diketahui seseorang yayang ingin terlibat dalam dunia kepenulisan, terutama dalam lingkungan pendidikan maupun kegiatan literasi.

Istilah essay sering digunakan dalam berbagai konteks, baik di sekolah, perguruan tinggi, maupun dalam kompetisi menulis.

Meski demikian, tidak sedikit yang masih merasa bingung mengenai makna sebenarnya dari essay serta bagaimana bentuk tulisan ini disusun.

Essay adalah Bentuk Tulisan

Ilustrasi Essay adalah Apa, Foto:Unsplash/Getty Images

Dikutip dari laman binus.ac.id, mengungkapkan bahwa esai atau essay adalah bentuk tulisan yang berisi gagasan, pandangan, atau penilaian penulis terhadap suatu topik tertentu yang disampaikan secara terstruktur dan logis.

Secara bahasa, istilah essay berasal dari bahasa Prancis yang berarti “mencoba” atau “berusaha”. Makna tersebut mencerminkan bahwa esai merupakan upaya penulis dalam menguraikan pemikiran sekaligus menilai suatu persoalan melalui tulisan.

Esai dapat dipahami sebagai tulisan yang menggambarkan opini penulis mengenai suatu subjek yang sedang dibahas.

Dalam proses penulisannya, berbagai ide yang saling berkaitan disusun menjadi rangkaian argumen yang jelas sehingga pembaca dapat memahami alur pemikiran yang disampaikan.

Oleh karena itu, esai perlu ditulis secara rapi agar gagasan yang diuraikan terasa masuk akal dan mudah dipahami.

Selain menentukan informasi yang perlu diketahui pembaca, esai juga mengatur urutan penyampaian gagasan sehingga pembahasan dapat diikuti secara runtut.

Struktur yang baik membuat tulisan tidak hanya lebih jelas, tetapi juga mampu memengaruhi cara pembaca memahami ide yang disampaikan.

Dalam perkembangannya, terdapat beberapa jenis esai klasik, seperti esai naratif, deskriptif, ekspositori, dan persuasif. Meskipun demikian, penulisan esai tidak memiliki rumus yang benar-benar baku.

Dalam menyusun ssuatu esai, terdapat beberapa langkah yang dapat membantu proses penulisan agar lebih terarah. Tahap awal yang penting dilakukan adalah membuat draf.

Draf biasanya berisi kerangka atau struktur dasar dari esai yang akan ditulis sehingga gagasan dapat tersusun dengan lebih rapi. Setelah kerangka tersebut terbentuk, langkah berikutnya adalah mencatat argumen yang ingin disampaikan.

Argumen dalam esai umumnya merupakan jawaban dari berbagai pertanyaan yang muncul dari rumusan permasalahan pada topik yang dibahas.

Selain itu, keberadaan data pendukung juga memiliki peran penting karena berfungsi sebagai bukti yang memperkuat argumen yang disampaikan. Dengan adanya data yang relevan, tulisan menjadi lebih jelas serta memiliki dasar yang kuat.

Secara umum, esai disusun dalam tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, isi, dankesimpulan. Pendahuluan merupakan bagian awal yang berfungsi memperkenalkan topik yang akan dibahas.

Pada bagian ini disampaikan gambaran singkat mengenai argumen yang akan diuraikan sekaligus alasan mengapa topik tersebut dipilih. Pendahuluan sebaiknya ditulis secara ringkas, tetapi tetap memuat gagasan utama yang akan dibahas dalam keseluruhan tulisan.

Bagian berikutnya adalah isi, yang menjadi ruang utama untuk mengembangkan argumen. Bagian ini terdiri atas beberapa paragraf, di mana setiap paragraf memuat satu pokok pembahasan.

Setelah gagasan utama disampaikan, penjelasan yang lebih rinci kemudian diberikan untuk memperjelas maksud dari argumen tersebut.

Pada tahap ini, berbagai pengetahuan dan informasi yang relevan dapat digunakan untuk mendukung pembahasan. Contoh yang sesuai maupun kutipan dari sumber tertentu juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat argumen.

Bagian terakhir adalah kesimpulan. Pada bagian ini seluruh gagasan yang telah dibahas dirangkum kembali secara jelas. Kesimpulan umumnya disusun dari penjelasan yang lebih khusus menuju pemahaman yang lebih umum.

Selain merangkum argumen utama, bagian ini juga menegaskan kembali jawaban terhadap permasalahan yang telah dibahas sejak awal sehingga seluruh isi tulisan terasa utuh dan saling berkaitan.(KIKI)

Baca juga: Comprof adalah Hal Penting yang Perlu Dipahami dalam Dunia Bisnis Modern